Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sinabung Naik Level, Pengungsi Capai 650 Jiwa

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung memicu kenaikan level siaga dan pengungsian warga, dengan pemerintah mengaktifkan layanan dasar dan penyesuaian kegiatan belajar.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 11.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sinabung Naik Level, Pengungsi Capai 650 Jiwa
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami peningkatan signifikan setelah erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB. Kolom erupsi mencapai ketinggian 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut, yang kemudian mendorong peningkatan status gunung dari Waspada menjadi Siaga mulai pukul 12.30 WIB. Peningkatan ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas visual dan instrumental yang terpantau secara terus-menerus oleh tim pemantau.

Sebanyak 208 kepala keluarga, atau sekitar 650 jiwa, telah terdata sebagai pengungsi akibat abu vulkanik yang menyebar ke sejumlah desa. Warga dari Desa Kuta Tengah secara sementara dipindahkan ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, sebagai lokasi pengungsian utama. Hingga Jumat, 4 September 2026, sekitar 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, dengan pemerintah terus memperbarui data untuk menjamin ketersediaan pangan, air bersih, dan fasilitas sanitasi.

Dampak abu vulkanik juga dirasakan di sektor pertanian, dengan lahan pertanian di wilayah terdampak masih dalam pendataan kerusakan. BPBD Kabupaten Karo telah mengedarkan masker kepada warga terdampak dan memperkuat koordinasi dengan TNI-Polri untuk pengamanan area rawan. Patroli dilakukan secara rutin di kawasan terlarang, termasuk Danau Lau Kawar, dan tidak ditemukan aktivitas pengunjung di area tersebut. Penyiraman jalan dilakukan di pusat Kota Berastagi untuk mengurangi akumulasi abu.

Kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak disesuaikan. SD Negeri 040475 Tiga Serangkai melanjutkan proses pendidikan di dalam posko pengungsian. Sementara itu, siswa SMP yang bersekolah di luar desa mendapatkan layanan antar-jemput oleh Satpol PP Kabupaten Karo, memastikan kelangsungan proses pendidikan tanpa mengorbankan keselamatan. Pemerintah juga mengaktifkan dapur umum tiga kali sehari untuk memenuhi kebutuhan pangan pengungsi.

Berdasarkan pemantauan PVMBG pada 4 September 2026, asap kawah utama terlihat berwarna putih tebal dengan ketinggian 300–500 meter dari puncak, tanpa adanya kegempaan tercatat. Rekomendasi dikeluarkan agar masyarakat dan wisatawan tidak beraktivitas di desa yang telah direlokasi, serta tidak memasuki radius 3 kilometer dari puncak dan radius 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Warga di sekitar aliran sungai yang berhulu dari gunung diminta waspada terhadap potensi lahar. Evaluasi aktivitas gunung dilakukan secara berkala.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya