Sindikat Ilegal di Mumbai Palsukan Kedaluwarsa Produk Global
Otoritas India mengungkap operasi pemalsuan skala besar di Mumbai yang memanipulasi tanggal kedaluwarsa dan label nutrisi produk konsumen ternama untuk ekspor.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.28 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Petugas keamanan pangan India berhasil menggagalkan sindikat ilegal di Navi Mumbai yang memalsukan informasi kemasan pada produk makanan ternama milik PepsiCo, Nestlé, Coca-Cola, dan Unilever. Operasi penggerebekan berlangsung selama enam hari di sebuah gudang industri, menghasilkan penyitaan barang senilai hampir 80 ribu dolar AS atau setara Rp1,41 miliar. Barang bukti mencakup bahan kimia pelarut, mesin cetak label, serta ratusan paket label siap pakai untuk merek-merek global seperti Lay’s, Maggi, Knorr, Hellmann’s, Thums Up, dan Limca.
Gudang tersebut dikelola oleh perusahaan swasta bernama Sadhana Enterprises, yang mengklaim bertindak atas nama 19 eksportir tak dikenal. Namun, temuan menunjukkan adanya sistematisasi dalam pemalsuan, termasuk penghapusan tanggal produksi dan kedaluwarsa asli dengan bahan kimia, lalu mencetak ulang informasi palsu menggunakan perangkat komputer dan mesin cetak berbasis meja logam. Salah satu mesin bahkan dilengkapi stiker bertuliskan "I love my India", menunjukkan keterlibatan lokal dalam praktik ilegal ini.
Banyak produk yang telah dipalsukan memiliki tanggal produksi fiktif hingga 2 Oktober 2026, serta informasi nutrisi yang dimanipulasi, termasuk pengurangan jumlah sereal 10%, penyesuaian kalori, dan penambahan keterangan "Product of India" pada kemasan Maggi. Label juga dibuat dalam format dwibahasa Inggris-Prancis untuk memenuhi standar ekspor tertentu. Semua stok yang disita ditujukan untuk ekspor, meskipun tujuan akhirnya belum diketahui secara pasti.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Maharashtra, Tukaram Mundhe, menyatakan kejutannya atas skala operasi yang terorganisir. Ia menekankan perlunya akuntabilitas lebih ketat dari perusahaan multinasional dalam memastikan integritas rantai pasokan. "Ini bukan sekadar kejahatan kecil, melainkan praktik sistematis yang mengancam kesehatan konsumen global," tegasnya. Ia menyerukan perusahaan besar untuk memperkuat pengawasan terhadap pemasok dan mitra distribusi mereka.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan raksasa seperti PepsiCo, Nestlé, Unilever, dan Coca-Cola belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan ini. Pemilik gudang, Jayprakash Sanchatiram Singh dan Jaya Navrang Bahadur Singh, tidak dapat dihubungi, dan status hukum kasus masih belum jelas, termasuk apakah penangkapan telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Investigasi tetap berlangsung untuk melacak aliran produk dan pihak-pihak yang terlibat dalam ekspor ilegal tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

