Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sindikat Ilegal di Mumbai Palsukan Kedaluwarsa Produk Global

Otoritas India mengungkap operasi pemalsuan skala besar di Mumbai yang memanipulasi tanggal kedaluwarsa dan label nutrisi produk konsumen ternama untuk ekspor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 22.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sindikat Ilegal di Mumbai Palsukan Kedaluwarsa Produk Global
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Petugas keamanan pangan India berhasil menggagalkan sindikat ilegal di Navi Mumbai yang memalsukan informasi kemasan pada produk makanan ternama milik PepsiCo, Nestlé, Coca-Cola, dan Unilever. Operasi penggerebekan berlangsung selama enam hari di sebuah gudang industri, menghasilkan penyitaan barang senilai hampir 80 ribu dolar AS atau setara Rp1,41 miliar. Barang bukti mencakup bahan kimia pelarut, mesin cetak label, serta ratusan paket label siap pakai untuk merek-merek global seperti Lay’s, Maggi, Knorr, Hellmann’s, Thums Up, dan Limca.

Gudang tersebut dikelola oleh perusahaan swasta bernama Sadhana Enterprises, yang mengklaim bertindak atas nama 19 eksportir tak dikenal. Namun, temuan menunjukkan adanya sistematisasi dalam pemalsuan, termasuk penghapusan tanggal produksi dan kedaluwarsa asli dengan bahan kimia, lalu mencetak ulang informasi palsu menggunakan perangkat komputer dan mesin cetak berbasis meja logam. Salah satu mesin bahkan dilengkapi stiker bertuliskan "I love my India", menunjukkan keterlibatan lokal dalam praktik ilegal ini.

Banyak produk yang telah dipalsukan memiliki tanggal produksi fiktif hingga 2 Oktober 2026, serta informasi nutrisi yang dimanipulasi, termasuk pengurangan jumlah sereal 10%, penyesuaian kalori, dan penambahan keterangan "Product of India" pada kemasan Maggi. Label juga dibuat dalam format dwibahasa Inggris-Prancis untuk memenuhi standar ekspor tertentu. Semua stok yang disita ditujukan untuk ekspor, meskipun tujuan akhirnya belum diketahui secara pasti.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Maharashtra, Tukaram Mundhe, menyatakan kejutannya atas skala operasi yang terorganisir. Ia menekankan perlunya akuntabilitas lebih ketat dari perusahaan multinasional dalam memastikan integritas rantai pasokan. "Ini bukan sekadar kejahatan kecil, melainkan praktik sistematis yang mengancam kesehatan konsumen global," tegasnya. Ia menyerukan perusahaan besar untuk memperkuat pengawasan terhadap pemasok dan mitra distribusi mereka.

Sementara itu, perusahaan-perusahaan raksasa seperti PepsiCo, Nestlé, Unilever, dan Coca-Cola belum memberikan pernyataan resmi terkait temuan ini. Pemilik gudang, Jayprakash Sanchatiram Singh dan Jaya Navrang Bahadur Singh, tidak dapat dihubungi, dan status hukum kasus masih belum jelas, termasuk apakah penangkapan telah dilakukan oleh aparat kepolisian. Investigasi tetap berlangsung untuk melacak aliran produk dan pihak-pihak yang terlibat dalam ekspor ilegal tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya