Senin, 14 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sinergi BI dan Kemenkeu Tuntaskan Kekeringan Likuiditas

Gubernur BI Destry Damayanti dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sepakat memperkuat koordinasi melalui jadwal intervensi likuiditas terstruktur untuk antisipasi krisis likuiditas di perbankan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sinergi BI dan Kemenkeu Tuntaskan Kekeringan Likuiditas📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Guna mengantisipasi potensi kekeringan likuiditas di sistem perbankan, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan kini membangun kerja sama terintegrasi berbasis jadwal waktu yang telah disepakati. Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan, keduanya telah menyusun rencana intervensi yang terukur, termasuk waktu penempatan dan penarikan dana dari bank-bank pelat merah.

Koordinasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan respons terhadap tekanan likuiditas lebih cepat dan tepat sasaran. Destry menekankan bahwa sinergi antara otoritas moneter dan fiskal bukan sekadar formalitas, melainkan kunci utama dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Ia menilai, komunikasi yang terbuka dan terukur menjadi fondasi utama keberhasilan program tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya keterlambatan dalam mendeteksi kondisi likuiditas, bahkan sempat terjadi kekeringan di pasar keuangan. Ia mengakui bahwa kegagalan itu muncul karena ketergantungan berlebihan pada rasio AL/NCD sebagai satu-satunya indikator utama. Padahal, menurutnya, rasio tersebut tidak selalu mencerminkan realitas di lapangan, terutama saat perbankan sedang mengalami tekanan likuiditas yang mendalam.

Dengan perubahan kepemimpinan di BI yang telah dilantik oleh Mahkamah Agung, Purbaya menyatakan komitmen untuk memperbaiki alat pemantauan ekonomi. Ia menekankan perlunya pengembangan instrumen baru yang lebih akurat dan mampu menangkap kondisi riil di pasar. Tujuannya adalah menghindari kesalahan deteksi serupa di masa depan, sehingga intervensi kebijakan bisa dilakukan lebih awal dan efektif.

Kedua otoritas menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya respons terhadap krisis lalu, melainkan fondasi penguatan sistem keuangan jangka panjang. Dengan sistem yang terintegrasi dan diproyeksikan secara matang, diharapkan risiko likuiditas dapat diminimalkan, serta kepercayaan terhadap perbankan tetap terjaga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya