Jumat, 25 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sinergi BI dan Menkeu Perkuat Lima Pilar Ekonomi Nasional

Gubernur BI dan Menteri Keuangan sepakat memperkuat kerja sama melalui lima pilar strategis untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 23.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Sinergi BI dan Menkeu Perkuat Lima Pilar Ekonomi Nasional📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dan Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmen sinergi dalam pertemuan khusus pada Kamis (24/9/2026). Kedua institusi menyepakati penguatan koordinasi melalui lima pilar utama yang menjadi fondasi kebijakan ekonomi nasional dalam menjawab tantangan domestik dan global.

Pilar pertama menekankan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi dengan memaksimalkan peran kebijakan fiskal dan moneter secara terintegrasi. Langkah ini bertujuan memastikan stabilitas harga, pertumbuhan kredit, serta keseimbangan antara permintaan agregat dan daya dukung struktural perekonomian.

Pilar kedua fokus pada penguatan ketahanan sektor eksternal, terutama dalam menghadapi volatilitas pasar global. Salah satu strategi yang disepakati adalah sinergi kebijakan insentif untuk mempercepat aliran modal asing, termasuk penggunaan instrumen seperti SBN, SRBI, saham, dan pinjaman luar negeri sebagai dasar pendanaan.

Pilar ketiga menyoroti pentingnya menjaga kecukupan likuiditas di seluruh sektor, termasuk pasar uang dan perbankan. Dalam pertemuan, disepakati pentingnya mengendalikan kenaikan suku bunga deposito yang berdampak pada biaya dana perbankan, dengan imbauan kepada BLU untuk tidak membebani sistem dengan permintaan suku bunga yang berlebihan.

Pilar keempat dan kelima menyasar penanganan inflasi melalui koordinasi tim pengendali inflasi di tingkat pusat dan daerah, serta pendalaman pasar uang untuk memperkuat transmisi kebijakan. Tujuannya adalah memastikan kebijakan moneter dan fiskal berjalan efektif dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya