Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sinetron Terikat Janji Tampilkan Skema Pencucian Uang di Restoran Mewah

Episode terbaru 'Terikat Janji' mengungkap skema pencucian uang melalui restoran fine dining yang disusupi kegiatan ilegal meski kondisi bisnis merugi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sinetron Terikat Janji Tampilkan Skema Pencucian Uang di Restoran Mewah
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Dalam alur cerita terbaru, aktivitas ilegal yang dibangun oleh karakter Dipa semakin terbuka ketika polisi mulai mendekati kasus kejahatan yang ia dalangi. Alih-alih menutup restoran yang mengalami defisit hingga Rp112 juta, Dipa justru mempertahankan operasional dengan mempertahankan semua karyawan dan memanipulasi laporan keuangan. Ia bahkan memerintahkan staf untuk menyewa mobil demi menciptakan kesan ramai di halaman restoran, meski pengunjung sepi.

Di sisi lain, Davina mulai menyadari perubahan sikap Sena yang terlihat tertekan. Ia berusaha menjaga suasana hati Sena dengan berbagai cara, namun tiba-tiba menghilang tanpa kabar sebelum pulang kerja. Pesan yang dikirim Sena tak kunjung dibalas, memperdalam kegelisahannya. Ketika bingung, Dion dan Reza datang menawarkan kebersamaan, membawa Sena keluar dari suasana kesedihan yang ia alami.

Veronika mulai curiga setelah mengetahui promosi Aryawangsa Residence yang memberikan sepuluh karton City Mie kepada setiap pembeli rumah. Setelah mengecek lebih lanjut, ia temukan bahwa Sena telah membeli sembilan ribu karton rasa original dan seribu karton rasa ketoprak menggunakan uang pribadi. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,2 miliar, membuatnya bertanya-tanya apakah semua itu dilakukan demi Davina.

Pada malam hari, Sena, Davina, Dion, dan Reza menikmati waktu bersama melalui karaoke sebelum melanjutkan makan malam di Avenue & Co Steakhouse. Tanpa mereka sadari, Dipa juga hadir di tempat yang sama, mengamati setiap gerak-gerik mereka dari kejauhan. Keberadaan Dipa dalam satu lokasi yang sama menandai ketegangan yang semakin memuncak dalam konflik antara kebenaran dan kebohongan yang terus dipelihara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya