Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Siswa 16 Tahun Ditangkap Usai Serang Guru Pakai Kapak di Sekolah

Seorang remaja berusia 16 tahun ditangkap setelah menyerang guru perempuan dengan kapak di kelas sekolah swasta di Kuching, sambil melakukan siaran langsung melalui ponsel.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 25x dibuka
Siswa 16 Tahun Ditangkap Usai Serang Guru Pakai Kapak di Sekolah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang siswa berusia 16 tahun ditangkap oleh kepolisian Sarawak setelah melakukan penyerangan terhadap seorang guru perempuan di dalam ruang kelas sekolah swasta di Kuching. Aksi tersebut terjadi pada Rabu pagi, sekitar pukul 07.50 waktu setempat, dan direkam dalam rekaman CCTV yang kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman, pelaku memasuki ruangan dengan kapak dan langsung menyerang korban, yang mengalami luka sayat di tangan.

Sebelum melakukan serangan di kelas, pelaku diketahui telah bersiap di toilet dengan mengikat ponsel di kepala untuk melakukan siaran langsung. Setelah menyerang guru, ia kembali ke kelas melalui pintu lain, mengayunkan kapak ke arah siswa lain yang berusaha melarikan diri. Saat guru mencoba melerai, pelaku sempat berusaha menyerang kembali, namun berhasil ditepis dan dilumpuhkan oleh dua siswa laki-laki yang kemudian merebut senjata dari tangannya.

Kepolisian menerima laporan darurat pada pukul 08.03 pagi, dengan informasi awal bahwa siswa tersebut membawa petasan ke sekolah. Namun, penyelidikan lebih lanjut mengonfirmasi bahwa kapak digunakan dalam serangan. Korban dilaporkan mengalami luka serius pada tangan, meski tidak dalam kondisi mengancam jiwa. Pelaku kini ditahan di bangsal psikiatri Rumah Sakit Umum Sarawak untuk evaluasi kesehatan mental.

Penyidikan kasus ini dilakukan berdasarkan Pasal 324 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, yang mengatur tindak pidana dengan sengaja menimbulkan luka menggunakan senjata berbahaya. Polisi menyatakan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius, terutama terkait akses terhadap alat pemotong tajam di lingkungan sekolah dan perlunya peningkatan sistem pengawasan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya