Sungai Kapuas Kering, Operasional Tongkang Batu Bara Terganggu
Kekeringan Sungai Kapuas akibat kemarau panjang menghambat pergerakan kapal tongkang batu bara, dengan debit air menyusut drastis hingga mengakibatkan sejumlah kapal kandas selama tiga bulan terakhir.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 20.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kondisi Sungai Kapuas di Kalimantan Barat kini mengalami penurunan debit air yang signifikan, menyebabkan pergerakan kapal tongkang batu bara terhenti. Fenomena ini terjadi akibat kemarau berkepanjangan yang berlangsung selama empat bulan terakhir, mengubah aliran sungai yang sebelumnya ramai menjadi kering dan berubah bentuk seperti dataran pasir.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa kendala operasional bukan disebabkan oleh pembatasan produksi, melainkan karena air sungai yang tidak mencukupi untuk navigasi kapal. Ia menegaskan bahwa permasalahan utama terletak pada kondisi fisik sungai yang mengering, bukan kebijakan pemerintah. “Bukan karena dibatasi produksi, tapi karena airnya enggak ada. Sungai kering, jadi tongkang enggak bisa bergerak,” tegasnya dalam acara di Jakarta.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada distribusi batu bara dari wilayah Kalimantan Timur ke daerah tujuan. Beberapa kapal tongkang terjebak di lokasi kandas, terutama di wilayah Kampung Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Beberapa di antaranya telah terdampar selama hampir tiga bulan, menunggu pemulihan debit air agar bisa kembali berlayar.
Pemandangan sungai yang kering justru menjadi daya tarik baru bagi masyarakat setempat. Warga memanfaatkan area dasar sungai yang terbuka sebagai tempat bersantai, berkumpul keluarga, hingga menikmati matahari terbenam. Keberadaan kapal tongkang yang kandas menjadi simbol dari perubahan ekosistem dan ketergantungan logistik terhadap kondisi alam.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
ANTAM Perkuat Pengelolaan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
ANTAM tekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat di Sulawesi Tenggara.
8 September 2026
Gubernur Sultra Minta Penegak Hukum Periksa Istri Terkait Denda Tambang Nikel di Hutan Lindung
Gubernur Sultra menanggapi denda Rp2,19 triliun terhadap PT TMS dengan menyerahkan penjelasan kepada penegak hukum dan menegaskan tidak menjadi pihak yang berwenang menjawab.
8 September 2026

PTBA Perkuat Diversifikasi, Sasaran 20% Pendapatan dari Hilirisasi
PTBA menargetkan kontribusi pendapatan dari hilirisasi dan diversifikasi produk mencapai 20% dalam empat tahun, didukung proyek gasifikasi dan energi terbarukan.
8 September 2026

Tembaga dan Emas Jadi Pilar Ekonomi Berkelanjutan
Pengelolaan tembaga di Indonesia kini berfokus pada hilirisasi dan integrasi industri, dengan produksi emas dari PMR PTFI mulai mendukung kebutuhan domestik dan memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


