Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Sungai Kapuas Kering, Operasional Tongkang Batu Bara Terganggu

Kekeringan Sungai Kapuas akibat kemarau panjang menghambat pergerakan kapal tongkang batu bara, dengan debit air menyusut drastis hingga mengakibatkan sejumlah kapal kandas selama tiga bulan terakhir.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 20.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Sungai Kapuas Kering, Operasional Tongkang Batu Bara Terganggu
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kondisi Sungai Kapuas di Kalimantan Barat kini mengalami penurunan debit air yang signifikan, menyebabkan pergerakan kapal tongkang batu bara terhenti. Fenomena ini terjadi akibat kemarau berkepanjangan yang berlangsung selama empat bulan terakhir, mengubah aliran sungai yang sebelumnya ramai menjadi kering dan berubah bentuk seperti dataran pasir.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa kendala operasional bukan disebabkan oleh pembatasan produksi, melainkan karena air sungai yang tidak mencukupi untuk navigasi kapal. Ia menegaskan bahwa permasalahan utama terletak pada kondisi fisik sungai yang mengering, bukan kebijakan pemerintah. “Bukan karena dibatasi produksi, tapi karena airnya enggak ada. Sungai kering, jadi tongkang enggak bisa bergerak,” tegasnya dalam acara di Jakarta.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada distribusi batu bara dari wilayah Kalimantan Timur ke daerah tujuan. Beberapa kapal tongkang terjebak di lokasi kandas, terutama di wilayah Kampung Sungai Raya, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Beberapa di antaranya telah terdampar selama hampir tiga bulan, menunggu pemulihan debit air agar bisa kembali berlayar.

Pemandangan sungai yang kering justru menjadi daya tarik baru bagi masyarakat setempat. Warga memanfaatkan area dasar sungai yang terbuka sebagai tempat bersantai, berkumpul keluarga, hingga menikmati matahari terbenam. Keberadaan kapal tongkang yang kandas menjadi simbol dari perubahan ekosistem dan ketergantungan logistik terhadap kondisi alam.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya