Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Surabaya Dorong Urban Farming Jaga Stabilitas Pangan Lokal

Kota Surabaya gelar kompetisi urban farming 2026 dengan fokus pada cabai rawit dan bawang merah, melibatkan seluruh RW untuk tingkatkan ketahanan pangan dari tingkat lingkungan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 19.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Surabaya Dorong Urban Farming Jaga Stabilitas Pangan Lokal
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Kota Surabaya kembali memperkuat basis ketahanan pangan dengan memperluas program urban farming melalui ajang kompetisi tahunan yang kini memasuki edisi kelima. Kegiatan ini, yang dikelola oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dirancang sebagai bentuk keterlibatan aktif masyarakat dalam membudidayakan pangan secara berkelanjutan di ruang perkotaan. Fokus utama pada dua komoditas strategis—cabai rawit dan bawang merah—dengan target panen awal Desember 2026, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga pasokan dan menekan fluktuasi harga di tingkat lokal.

Sinergi program ini diperkuat dengan integrasi dalam program Kampung Pancasila, khususnya pada pilar lingkungan hidup. Dengan melibatkan seluruh 1.361 RW di kota ini, kompetisi tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga gerakan kolektif untuk membangun ketahanan pangan berbasis wilayah. Melalui pendekatan ini, diharapkan setiap lingkungan mampu menjadi pusat produksi pangan kecil yang mandiri dan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar.

Kompetisi tahun ini dibagi dalam empat kategori, mencakup urban farming terpadu, kuantitas bawang merah, kuantitas cabai rawit, serta kategori pemula. Kategori terpadu menonjol dengan pendekatan integratif yang menggabungkan pertanian dengan sektor perikanan dan peternakan, menciptakan sistem ekosistem mikro di lingkungan perkotaan. Peserta kelompok tani diberi bantuan bibit—30 batang bawang merah dan satu paket benih cabai rawit—sementara media tanam dan alat budidaya disiapkan sendiri, mendorong kemandirian dan inovasi lokal.

Pemantauan dan pendampingan dilakukan secara rutin oleh DKPP bersama mitra terkait sejak penanaman yang dimulai pada 6 September 2026. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa ketahanan pangan dimulai dari pekarangan rumah, kemudian berkembang secara bertahap hingga mencapai skala RW. Pengalaman selama kompetisi diharapkan menjadi modal pembelajaran yang bisa diadopsi secara luas, menciptakan budaya berkebun yang berkelanjutan dan menopang kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya