Suzuki Siap Luncurkan e Sky, Kei Car Listrik Pertama dengan Jarak Tempuh 310 km
Suzuki mempersiapkan peluncuran e Sky, mobil listrik kei car pertamanya, dengan jarak tempuh hingga 310 kilometer, ditargetkan tampil di musim gugur tahun ini.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 20.38 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Suzuki mengumumkan rencana peluncuran e Sky, mobil listrik berjenis kei car pertama yang akan dipasarkan secara komersial, pada periode September hingga November tahun ini. Mobil ini merupakan versi produksi dari konsep Vision e-Sky yang sebelumnya dipamerkan di Japan Mobility Show 2025, dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 310 kilometer—salah satu tertinggi di kelasnya. Meski belum ada rincian teknis lengkap, termasuk harga, perusahaan menegaskan bahwa posisi harga akan bersaing untuk menarik konsumen dari kendaraan bermesin bensin.
Desain e Sky mengikuti garis besar konsepnya, dengan bodi kotak yang menonjolkan siluet modern dan fungsional. Lampu depan dan belakang menggunakan teknologi LED, dengan lampu DRL di bagian depan membentuk siluet huruf C, desain yang juga dipertahankan di bagian belakang. Grill depan dilengkapi kamera, sementara bagian belakang menyematkan wiper, kamera, dan spoiler belakang. Meski dimensi belum dirilis secara resmi, diketahui Vision e-Sky memiliki panjang 3,395 meter, lebar 1,475 meter, dan tinggi 1,625 meter—lebih tinggi namun lebih ramping dibanding S-Presso.
Di dalam kabin, e Sky dibekali dua layar digital: satu di tengah dasbor dan satu di depan pengemudi, menunjang pengalaman digital. Fitur tambahan meliputi kontrol iklim otomatis dan kemampuan V2L (vehicle-to-load) untuk menyuplai listrik ke perangkat eksternal. Setir dilengkapi tombol kontrol, sementara tuas pengganti mode berkendara ditempatkan di dasbor. Suzuki mengklaim bahwa teknologi elektrifikasi yang digunakan mengadopsi dasar dari platform yang dikembangkan bersama Toyota, namun dimodifikasi secara khusus untuk identitas desain dan performa Suzuki.
Kepala insinyur e Sky, Tomoyuki Tsubata, menekankan bahwa pengembangan mobil ini berfokus pada efisiensi hingga tingkat terkecil, dengan setiap komponen dirancang hingga tingkat gram dan milimeter. Ia menyatakan bahwa e-axle yang digunakan merupakan hasil desain internal Suzuki, yang bertujuan meningkatkan efisiensi energi. Dengan konsumsi energi sekitar 1 kW untuk setiap 12 kilometer, e Sky diklaim mampu menempuh jarak 30 persen lebih jauh daripada Nissan Sakura EV atau BYD Racco menggunakan energi yang sama, meski jarak tempuhnya sedikit lebih rendah dari Racco yang mencapai 320 km.
Suzuki juga menyoroti pertimbangan ekspor dalam desain e Sky, dengan memilih tinggi bodi yang lebih rendah dibanding kei car lainnya agar lebih sesuai dengan preferensi pasar global. Menurut eksekutif perusahaan, mobil dengan siluet tinggi cenderung kurang diminati di luar Jepang. Dengan kehadiran e Sky, Suzuki akan memperluas eksistensi di segmen kei car listrik, yang sebelumnya didominasi oleh merek seperti Nissan, Honda, Mitsubishi, serta BYD yang telah lebih dulu masuk pasar Jepang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menutupi kaca mobil berpotensi menyebabkan baret jika wiper digunakan secara salah, sebagaimana dijelaskan pakar otomotif ITB.
8 September 2026

Agustus 2026 Catat Rekor Penjualan Mobil Baru
Penjualan mobil baru di Indonesia mencapai rekor tertinggi sepanjang 2026, didorong lonjakan penjualan ritel dan momentum GIIAS yang sukses menarik minat konsumen.
8 September 2026

Penjualan Mobil Agustus 2026 Tembus Rekor 83 Ribu Unit
Penjualan mobil ritel di Agustus 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang tahun, melampaui angka 80 ribu unit, didorong oleh momentum GIIAS 2026 dan pertumbuhan tahunan signifikan.
8 September 2026

Pemerintah Siap Bangun Pabrik Motor Listrik Nasional
Pemerintah RI menegaskan komitmen membangun pabrik motor listrik sendiri melalui program MOLINAS demi percepatan industri hijau dan kemandirian teknologi nasional.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


