Syarat Ketat untuk Jadi Motor Listrik Nasional
Pemerintah menetapkan empat kriteria ketat agar motor listrik dalam negeri bisa masuk program Motor Listrik Nasional, termasuk TKDN di atas 60 persen dan penggunaan baterai berbasis nikel.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 18.40 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 8x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menetapkan empat syarat utama agar sebuah motor listrik buatan dalam negeri dapat diberi status Motor Listrik Nasional (Molinas). Syarat pertama menekankan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 60 persen, yang mencakup komponen inti seperti powertrain, rangka, serta bagian plastik dan bodi. Selain itu, desain dan proses rekayasa harus dikembangkan secara lokal, bukan direplikasi dari produk asing.
Ketiga, motor listrik yang masuk program harus memakai baterai berbasis nikel guna mendukung upaya hilirisasi sumber daya mineral nasional. Keempat, harga produk harus tetap terjangkau sesuai dengan daya beli masyarakat domestik. Keempat poin ini dirancang untuk memastikan program tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga memperkuat kapasitas lokal dalam desain, teknologi, produksi, dan rantai pasok.
Hingga saat ini, hanya dua merek dalam negeri yang memenuhi kriteria tersebut, yakni Alva dan Gesits. Dengan potensi pasar yang sangat besar—di mana populasi motor konvensional mencapai 145,25 juta unit, sementara motor listrik baru mencapai 229.554 unit hingga akhir 2025—program Molinas diproyeksikan mampu menyerap permintaan besar. Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman, memperkirakan permintaan motor listrik akan mencapai 1,5 juta unit pada 2028.
Angka ini jauh melampaui kapasitas produksi Molinas yang saat ini ditargetkan hanya 100 ribu unit per tahun. Namun, dampak ekonomi program ini diperkirakan signifikan. Dalam periode 2027 hingga 2037, Molinas diharapkan menghemat subsidi BBM sebesar Rp82,2 triliun jika 11 juta unit beroperasi pada 2037. Ekosistem yang dibangun juga diproyeksikan menciptakan nilai ekonomi hingga Rp150 triliun antara 2026 hingga 2031, serta menyerap 215 ribu lapangan kerja di sektor manufaktur, komponen, baterai, dan infrastruktur pengisian daya.
Di sisi perdagangan, program ini diperkirakan mampu menguatkan neraca perdagangan melalui pengurangan impor minyak senilai Rp45 triliun. Dengan demikian, Molinas bukan sekadar inisiatif kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga strategi sistemik untuk membangun industri dalam negeri yang mandiri dan berkelanjutan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Acara puncak Honda Bikers Day 2026 digelar di Ambarawa dengan tema Legacy of Spirit, menegaskan komitmen mempererat persaudaraan dan berdampak positif pada ekonomi lokal.
24 Oktober 2026

Honda ADV160 Uji Ketangguhan di Jalur Menantang
Dua puluh jurnalis menguji performa New Honda ADV160 dalam perjalanan 151 kilometer dari Semarang ke Ambarawa melalui berbagai kondisi jalan.
24 Oktober 2026

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Toyota Veloz Hybrid menduduki posisi teratas penjualan hybrid nasional pada September 2026, mengungguli Innova Zenix Hybrid dengan selisih 182 unit berdasarkan data wholesales Gaikindo.
24 Oktober 2026

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
BYD Atto 1 memimpin penjualan mobil listrik di Indonesia dengan distribusi 4.840 unit sepanjang September 2026, unggul jauh dari pesaing lainnya.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

