Taliban Larang Demonstrasi, Sebut Tak Ada Dasar Islam
Pemerintah Taliban menegaskan larangan total terhadap demonstrasi dengan alasan tidak ada dalil dalam hukum Islam, menimbulkan kecaman internasional atas pelanggaran hak asasi manusia.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 13.29 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 10x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Taliban secara resmi melarang segala bentuk aksi protes di Afghanistan, menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak memiliki dasar dalam hukum Islam. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah, Zabihullah Mujahid, dalam konferensi pers yang digelar Rabu waktu setempat, menekankan bahwa sistem hukum Islam tidak mengakomodasi demonstrasi sebagai bentuk ekspresi keberatan.
Menurut Mujahid, masyarakat di bawah sistem Islam dianjurkan menyampaikan keluhan secara langsung kepada pemerintah, bukan melalui pengumpulan massa di jalanan. Ia menilai aksi protes hanya muncul di negara yang menganut sistem demokrasi atau republik, sementara di negara berbasis syariah, mekanisme komunikasi langsung lebih diutamakan.
Pernyataan tersebut menimbulkan reaksi keras dari organisasi hak asasi manusia global. Human Rights Watch menilai larangan itu sebagai langkah represif untuk menekan kebebasan berekspresi, sementara Amnesty International menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari serangan sistematis terhadap hak asasi di Afghanistan. Kedua organisasi menyoroti bahwa pelarangan demonstrasi merupakan bentuk pembatasan fundamental terhadap kebebasan sipil.
Sebelumnya, PBB telah mencatat dua korban tewas pada bulan Juni, ketika pasukan keamanan menembakkan senjata ke arah demonstran yang menuntut hak perempuan di Herat, kota barat Afghanistan. Peristiwa itu menjadi bukti nyata bahwa kebebasan menyampaikan pendapat kini sangat terancam, sekalipun dalam konteks permintaan hak dasar.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Program Pengawal Energi 2026 Siap Perkuat Penyaluran BBM di 3.679 SPBU
Pemerintah meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi dan penugasan di seluruh Indonesia melalui penempatan petugas berintegritas.
25 Oktober 2026

Data Center Skala Besar Diminta Mandiri Energi dan Air
Proyek data center besar di Indonesia, terutama yang mendukung kecerdasan buatan, diminta membangun sumber energi dan sistem air mandiri untuk menjaga keseimbangan pasokan nasional.
25 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Pertunjukan kolosal Gandrung Sewu 2026 digelar malam hari di Pantai Marina Boom dengan konsep glow in the dark, menggabungkan seni tradisi dan teknologi modern untuk menarik generasi muda.
25 Oktober 2026

Program Pengawal Energi 2026 Diluncurkan untuk Perkuat Pengawasan BBM
Pemerintah resmi meluncurkan Program Pengawal Energi 2026 untuk memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi dan penugasan di 3.679 SPBU melalui pemberdayaan putra-putri daerah.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

