Target Lifting Minyak 2027 Disepakati di 612.500 Barel Per Hari
Pemerintah dan DPR menyetujui target produksi minyak siap jual pada 2027 sebesar 612.500 barel per hari, meningkat dari target 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah dan DPR RI resmi menetapkan target produksi minyak mentah siap jual atau lifting minyak pada tahun 2027 sebesar 612.500 barel per hari. Keputusan ini diambil setelah melalui pembahasan intensif antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan Komisi XII DPR, yang mengakomodasi asumsi awal pemerintah dalam kisaran 605.000 hingga 620.000 barel per hari. Angka final ini menjadi peningkatan tipis dibanding target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 610.000 barel per hari.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa pencapaian target tersebut didukung oleh rencana penambahan sumur produksi di berbagai wilayah strategis. Salah satu proyek kunci adalah pengembangan sumur baru oleh Petronas di wilayah Madura, serta penerapan teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery) di beberapa blok produksi. Selain itu, potensi tambahan sumur di wilayah Sumatera juga turut menjadi bagian dari strategi peningkatan produksi nasional.
Namun, capaian produksi pada tahun 2026 belum mencapai target yang ditetapkan. Realisasi lifting minyak masih di bawah 610.000 barel per hari, dengan dua faktor utama penyebabnya. Pertama, penurunan produksi di Blok Cepu yang dikelola ExxonMobil, dari sebelumnya sekitar 185.000 barel per hari menjadi 140.000 barel per hari. Kedua, gangguan kelistrikan di Blok Rokan yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Rokan menyebabkan kehilangan produksi mencapai 4 hingga 5 juta barel.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri menekankan pentingnya stabilitas infrastruktur energi dan sistem distribusi untuk mendukung pencapaian target. Ia mengungkapkan harapan agar tidak terjadi kendala teknis seperti gangguan listrik atau kerusakan pipa yang dapat menghambat produksi. Dengan langkah-langkah strategis dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap produksi minyak nasional mampu tumbuh secara konsisten hingga mencapai target 2027.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit di Kalimantan Tengah melonjak tiga kali lipat akibat paparan asap karhutla, memicu aksi percepatan distribusi alat bantu napas dari Kemenkes.
25 Oktober 2026

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Pemerintah Klaten gencar sosialisasi Wajar 13 Tahun dengan perluasan layanan PAUD untuk capai cakupan 35.000 anak pada 2026.
25 Oktober 2026

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Gubernur DKI Jakarta menyatakan modifikasi cuaca berhasil menurunkan tingkat polusi selama dua hari saat gelaran Jakarta Running Festival dan konser Kanye West berlangsung.
25 Oktober 2026

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra menegaskan Presiden tidak berwenang memberhentikan Wakil Presiden secara sepihak, sekalipun terkait polemik ijazah yang diputuskan Mahkamah Konstitusi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

Penundaan Sertifikasi Halal UMKM Diperpanjang Hingga 2028
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA
Putin: Protes Eropa Akibat Gagalnya Kebijakan Dalam Negeri
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

Polisi Amankan Pengedar Sabu 75,78 Gram di Cengkareng
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.24 WITA

