Target Penerbitan SBN Ritel 2026 Sisa Rp76 T
Pemerintah menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara ritel hingga Rp170 triliun pada akhir 2026, dengan realisasi hingga Agustus mencapai Rp94 triliun dan sisa sekitar Rp76 triliun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menegaskan kembali target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada akhir tahun ini sebesar Rp160 triliun hingga Rp170 triliun. Capaian realisasi hingga bulan Agustus 2026 telah mencapai Rp94 triliun, sehingga sisa penerbitan yang harus dicapai dalam empat bulan terakhir mencapai sekitar Rp76 triliun. Target ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pencapaian tahun 2025 yang mencapai Rp152 triliun.
Peningkatan volume penerbitan SBN ritel terus terjadi dari tahun ke tahun, mulai dari Rp77 triliun pada 2020, meningkat menjadi Rp98 triliun di 2021, kemudian Rp107 triliun pada 2022, mencapai Rp148 triliun di 2023, dan Rp149 triliun di 2024. Peningkatan tersebut mencerminkan keberlanjutan kebijakan pendalaman pasar keuangan melalui instrumen berbasis negara.
Jumlah investor SBN ritel juga terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga pertengahan 2026, jumlah investor mencapai 1,081 juta orang, meningkat dari 1,01 juta pada akhir 2025. Angka ini melampaui jumlah investor pada lima tahun terakhir, termasuk 2020 yang hanya 543,2 ribu orang, 2021 sebanyak 604,4 ribu, 2022 sekitar 699,2 ribu, 2023 sebanyak 814,3 ribu, dan 2024 sebanyak 916,5 ribu. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi negara yang aman dan terukur.
Pemerintah telah menetapkan jadwal penawaran SBN ritel secara bertahap hingga akhir tahun, mulai dari ORI029 pada 26 Januari hingga 19 Februari, diikuti SR024 pada 6 Maret hingga 15 April, ST016 dari 8 Mei hingga 3 Juni, ORI030 pada 6 hingga 30 Juli, SR025 pada 21 Agustus hingga 16 September, SWR007 dari 4 September hingga 21 Oktober, SBR015 pada 28 September hingga 22 Oktober, serta ST017 dari 6 November hingga 2 Desember. Semua jadwal bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai kebijakan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


