Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Target Penerbitan SBN Ritel 2026 Sisa Rp76 T

Pemerintah menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara ritel hingga Rp170 triliun pada akhir 2026, dengan realisasi hingga Agustus mencapai Rp94 triliun dan sisa sekitar Rp76 triliun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Target Penerbitan SBN Ritel 2026 Sisa Rp76 T
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menegaskan kembali target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel pada akhir tahun ini sebesar Rp160 triliun hingga Rp170 triliun. Capaian realisasi hingga bulan Agustus 2026 telah mencapai Rp94 triliun, sehingga sisa penerbitan yang harus dicapai dalam empat bulan terakhir mencapai sekitar Rp76 triliun. Target ini menunjukkan peningkatan dibandingkan pencapaian tahun 2025 yang mencapai Rp152 triliun.

Peningkatan volume penerbitan SBN ritel terus terjadi dari tahun ke tahun, mulai dari Rp77 triliun pada 2020, meningkat menjadi Rp98 triliun di 2021, kemudian Rp107 triliun pada 2022, mencapai Rp148 triliun di 2023, dan Rp149 triliun di 2024. Peningkatan tersebut mencerminkan keberlanjutan kebijakan pendalaman pasar keuangan melalui instrumen berbasis negara.

Jumlah investor SBN ritel juga terus mengalami pertumbuhan signifikan. Hingga pertengahan 2026, jumlah investor mencapai 1,081 juta orang, meningkat dari 1,01 juta pada akhir 2025. Angka ini melampaui jumlah investor pada lima tahun terakhir, termasuk 2020 yang hanya 543,2 ribu orang, 2021 sebanyak 604,4 ribu, 2022 sekitar 699,2 ribu, 2023 sebanyak 814,3 ribu, dan 2024 sebanyak 916,5 ribu. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi negara yang aman dan terukur.

Pemerintah telah menetapkan jadwal penawaran SBN ritel secara bertahap hingga akhir tahun, mulai dari ORI029 pada 26 Januari hingga 19 Februari, diikuti SR024 pada 6 Maret hingga 15 April, ST016 dari 8 Mei hingga 3 Juni, ORI030 pada 6 hingga 30 Juli, SR025 pada 21 Agustus hingga 16 September, SWR007 dari 4 September hingga 21 Oktober, SBR015 pada 28 September hingga 22 Oktober, serta ST017 dari 6 November hingga 2 Desember. Semua jadwal bersifat tentatif dan dapat berubah sesuai kebijakan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya