Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Target Transaksi Rp313 Triliun di TEI 2026 Ditetapkan

Pemerintah menargetkan transaksi senilai Rp313,47 triliun dalam Trade Expo Indonesia ke-41 yang digelar Oktober 2026 di Tangerang.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 21.04 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Target Transaksi Rp313 Triliun di TEI 2026 Ditetapkan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah menetapkan target transaksi sebesar US$17,5 miliar, setara Rp313,47 triliun berdasarkan kurs rata-rata Rp17.913 per dolar AS, dalam perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang. Ajang ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha nasional untuk menjalin kerja sama dengan pembeli dari berbagai belahan dunia. Dalam penyelenggaraan tahun ini, diproyeksikan akan hadir 1.873 peserta pameran dan sekitar 30 ribu pengunjung, termasuk 8.092 pembeli asing dari 134 negara.

Sebanyak 168 nota kesepahaman (MoU) antara eksportir Indonesia dan pembeli internasional direncanakan ditandatangani selama pameran, dengan nilai keseluruhan mencapai US$13,2 miliar atau sekitar Rp236,45 triliun. Proses pendekatan kepada calon pembeli telah dilakukan sejak tahap persiapan melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan yang tersebar di 33 negara. Fokus utama dalam perluasan pasar ekspor tetap menjadi prioritas strategis pemerintah.

Pameran kali ini menampilkan beragam sektor unggulan, mulai dari produk pertanian, makanan dan minuman, manufaktur, fesyen, kriya, furnitur, hingga dekorasi rumah. Selain itu, kawasan industri juga disediakan untuk menarik minat investor dalam negeri maupun luar negeri. Dalam lima bulan pertama tahun 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$193,64 miliar (Rp3.468,67 triliun), mengalami kenaikan 4,74 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Neraca perdagangan hingga Agustus 2026 juga mencatat surplus sebesar US$7,25 miliar.

Upaya memperluas akses pasar ekspor terus digenjot melalui tiga pilar utama: pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program dari lokal untuk global. Hingga saat ini, 25 perjanjian dagang telah diterapkan, sedangkan 13 lainnya masih dalam tahap perundingan. Program dari lokal untuk global juga difokuskan pada pemberdayaan UMKM, termasuk pemberian fasilitasi penjajakan bisnis dengan pembeli luar negeri melalui dukungan 46 kantor ITPC dan atase perdagangan. Selain itu, Kemendag melalui program Campuspreneur melatih mahasiswa di 25 perguruan tinggi untuk menjadi eksportir.

Pada acara ini juga dilakukan penyerahan Penghargaan Primaniyarta kepada eksportir dan kepala daerah yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekspor nasional. Sementara itu, Penghargaan Primaduta diberikan kepada mitra internasional, diaspora, dan perwakilan negara yang aktif mempromosikan produk Indonesia di pasar global. TEI, yang pertama kali digelar pada 1985 di era Presiden Soeharto, kini telah mencapai edisi ke-41 sebagai salah satu pameran dagang terbesar di Indonesia.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya