Tarif Listrik Tetap di Triwulan III 2026, Pemerintah Jaga Daya Beli
Pemerintah resmi mempertahankan tarif listrik untuk periode Juli-September 2026 guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 8 September 2026, 11.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa tarif listrik PLN untuk Triwulan III tahun 2026 tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli rumah tangga dan mendukung kestabilan ekonomi di tengah fluktuasi kondisi global. Pemutusan kenaikan tarif berlaku untuk seluruh golongan pelanggan, baik non subsidi maupun bersubsidi.
Penetapan tarif tetap didasarkan pada realisasi empat indikator ekonomi makro periode Februari hingga April 2026, yaitu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp16.959,32, harga minyak mentah Indonesia (ICP) di level US$96,12 per barel, inflasi sebesar 0,21 persen, serta harga batu bara acuan (HBA) sebesar US$70 per ton sesuai kebijakan DMO. Meskipun secara formula terdapat potensi penyesuaian, pemerintah memilih menahan kenaikan untuk menjaga kestabilan sosial dan ekonomi.
Kebijakan ini mencakup 24 golongan pelanggan bersubsidi, termasuk rumah tangga miskin, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelanggan sosial. Selain itu, 13 golongan pelanggan non subsidi juga tetap diberlakukan tarif yang sama seperti periode sebelumnya. Tarif berlaku mulai Juli hingga September 2026, dengan rincian mulai dari Rp997 per kWh untuk pelanggan tegangan tinggi hingga Rp1.700 per kWh untuk pelanggan penerangan jalan umum dan rumah tangga berdaya tinggi.
Menteri ESDM menegaskan bahwa kebijakan tarif tetap merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menyediakan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan. Dengan tetap menjaga stabilitas harga energi, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan, sekaligus memastikan akses listrik yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Pemerintah menargetkan penyaluran biodiesel B50 mencapai 16,8 juta kilo liter pada 2026 sebagai bagian dari strategi pengurangan impor dan penguatan sektor energi nasional.
8 September 2026

Gaji Perdana Menteri Singapura Naik, Seluruh Kenaikan Disumbangkan
Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong menyatakan akan menyumbangkan seluruh kenaikan gaji selama lima tahun ke depan untuk kegiatan sosial, meski gaji tetap diterima sesuai aturan resmi.
8 September 2026

Penutupan 7 Bandara Diperpanjang Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Penutupan operasional tujuh bandara di sekitar Anak Krakatau diperpanjang hingga 7 September pukul 23.59 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.
8 September 2026

90 Persen SPBU Sudah Salurkan B50, Pemerintah Tegaskan Langkah Menuju Kemandirian Energi
Sebanyak 90 persen stasiun pengisian bahan bakar umum di Indonesia telah mulai menjual biodiesel B50, seiring percepatan program kemandirian energi nasional yang dimulai sejak 2018.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA


