Teknologi AI Bantu Nelayan Cilacap Tingkatkan Hasil Tangkapan
Inovasi berbasis AI dan data satelit berhasil menekan kerugian nelayan Cilacap dari 41% menjadi 30%, sambil meningkatkan pendapatan rata-rata hingga 68%.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 12.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Di wilayah pesisir Cilacap Selatan, sekitar 41 persen dari total 6.806 perjalanan melaut mengalami kerugian akibat ketidakpastian kondisi laut dan distribusi ikan. Kondisi ini menjadi tantangan utama bagi nelayan tradisional yang bergantung pada keberuntungan dan pengalaman. Untuk mengurangi risiko tersebut, sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan dikembangkan guna membantu mereka menentukan waktu, lokasi, serta jenis ikan yang paling potensial untuk ditangkap sebelum berangkat dari darat.
Teknologi bernama Iwak, hasil karya startup berbasis program Pertamuda Pertamina, mengintegrasikan data satelit dengan algoritma AI untuk memberikan rekomendasi akurat. Melalui perangkat digital, nelayan kini bisa mengecek kondisi laut dari rumah dan memutuskan apakah hari itu layak untuk melaut. Sistem ini juga menunjukkan titik koordinat berdasarkan prediksi konsentrasi ikan, termasuk spesies seperti tenggiri batang, bawal putih, dan layur dengan akurasi mencapai 91%, 85%, dan 70% masing-masing.
Sejak diterapkan pada 15 perahu nelayan, hasilnya signifikan. Biaya operasional turun hingga 23 persen karena penghematan bahan bakar dan waktu. Pendapatan rata-rata naik 68%, sementara jumlah perjalanan yang merugi menurun dari 41% menjadi sekitar 30%. Dalam satu kasus, seorang nelayan berhasil memperoleh pendapatan mencapai Rp3 juta hanya dengan mengikuti rekomendasi koordinat dari sistem prediksi tinggi.
Kini, teknologi tersebut diproyeksikan untuk diperluas ke desa-desa lain melalui kolaborasi dengan Desa Energi Berdikari (DEB) Pertamina. Program ini menjadi bagian dari Festival Desa Energi Berdikari 2026, yang menekankan pentingnya menghubungkan inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat. Dengan dukungan pendanaan, mentoring, dan penguatan ekosistem, inovasi seperti Iwak diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pendorong kemandirian ekonomi di wilayah pesisir.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Xiaomi meluncurkan SUV Skynomad di China dengan teknologi extended-range electric vehicle, menawarkan jangkauan hingga 1.705 km dan berbagai fitur eksklusif untuk segmen keluarga premium.
8 September 2026

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Startup asal Amerika Serikat berencana meluncurkan wahana antariksa ke Alpha Centauri pada 2029, meski perjalanan akan memakan waktu 80 ribu tahun, dengan tujuan menginspirasi generasi mendatang.
8 September 2026

Penguatan Pengawasan MBG Lewat Standar Operasional dan Teknologi
Badan Gizi Nasional memperkuat tata kelola Makan Bergizi Gratis dengan aturan jam kerja ketat, sistem pengawasan digital, dan label batas waktu konsumsi untuk jaminan keselamatan pangan.
8 September 2026

Galaxy S26 FE Unggulkan Kamera Premium dan AI Modern
Samsung meluncurkan Galaxy S26 FE dengan peningkatan kamera dan fitur AI canggih yang mengadopsi teknologi flagship untuk pengalaman konten kreator yang lebih stabil dan cerdas.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


