Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tembaga Dominasi Ekspor NTB, Capai 93,55% pada Juli 2026

Ekspor Nusa Tenggara Barat pada Juli 2026 mencapai 166,08 juta dolar AS, didominasi tembaga yang menyumbang 93,55% dari total nilai.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 01.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tembaga Dominasi Ekspor NTB, Capai 93,55% pada Juli 2026
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pada bulan Juli 2026, komoditas tembaga menjadi tulang punggung ekspor Nusa Tenggara Barat dengan kontribusi mencapai 155,36 juta dolar AS, atau setara 93,55 persen dari total nilai ekspor provinsi tersebut. Angka ini mencerminkan dominasi ekspor mineral hasil pengolahan, khususnya katoda tembaga yang diproduksi dari smelter di wilayah setempat. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa ekspor bulanan tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tembaga diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya menuju pasar internasional seperti China, Thailand, dan Korea Selatan. Selain tembaga, sektor perhiasan dan permata turut memberi andil, menyumbang 7,65 juta dolar AS atau 4,60 persen dari total ekspor. Produk utama dari kelompok ini meliputi perak dan mutiara budidaya yang dikirim lewat Bandara Sultan dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, dengan tujuan Uni Emirat Arab, Jepang, dan Thailand.

Komoditas perikanan, seperti udang vaname, tuna, tuna sirip kuning beku, serta lobster, berkontribusi sebesar 2,66 juta dolar AS atau 1,60 persen dari total ekspor. Produk-produk tersebut diekspor ke Amerika Serikat dan Malaysia, mendukung kinerja sektor kelautan. Sementara itu, ekspor batu apung tercatat sebesar 187.395 dolar AS, disusul produk hewani (121.371 dolar AS), mesin dan peralatan listrik (62.303 dolar AS), serta komoditas lainnya (45.438 dolar AS).

Secara kumulatif dari Januari hingga Juli 2026, nilai ekspor NTB mencapai 1,51 miliar dolar AS, naik 368,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan ekspor dari industri smelter, khususnya tembaga dan perak, serta sektor ikan dan udang. Di sisi lain, nilai impor selama periode tersebut turun drastis hingga 72,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai 47,87 juta dolar AS secara kumulatif. Impor terbesar berasal dari karet dan produk turunannya, sebesar 2,76 juta dolar AS, terutama ban dan gasket dari Jepang dan Australia, yang masuk melalui Pelabuhan Benete.

Kondisi ini menunjukkan surplus perdagangan NTB selama tujuh bulan pertama 2026 dengan angka mencapai sekitar 1,47 miliar dolar AS, mengindikasikan keseimbangan perdagangan yang kuat. Peningkatan ekspor non-tambang, terutama dari hasil hilirisasi mineral dan produk hasil industri, menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah dalam dua tahun terakhir.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya