Temuan Perak Viking Terbesar di Denmark Bongkar Praktik Ekonomi Zaman Kuno
Seorang warga Denmark menemukan harta karun perak 18,5 kilogram saat renovasi halaman, mengungkap sistem ekonomi berbasis berat pada Zaman Viking.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Seorang pemilik rumah di wilayah Rebild Kommune, Denmark, terkejut menemukan timbunan perak raksasa saat membersihkan halaman belakang untuk pembangunan teras. Temuan tersebut berupa lebih dari 700 benda dari berbagai jenis, termasuk batangan, perhiasan, koin, dan artefak kecil seperti palu Thor yang berkaitan dengan mitologi Nordik. Total berat temuan mencapai 18,5 kilogram, menjadikannya penemuan perak Zaman Viking terbesar sepanjang sejarah Denmark—setara hampir tiga kali lipat dari temuan sebelumnya.
Sebanyak 320 objek ditemukan dalam wadah tanah liat, sementara sisanya tersebar di sekitar lokasi. Analisis menunjukkan sebagian besar batangan perak memiliki ukiran rune, termasuk tulisan "hutu" yang diduga merupakan identitas pemilik atau tanda kepemilikan. Di antara koin yang ditemukan, dua di antaranya adalah penny perak Anglo-Saxon dari masa pemerintahan Raja Edward (899–924 Masehi), sementara sejumlah lainnya berasal dari peradaban Islam, menunjukkan jaringan perdagangan lintas benua pada abad ke-10.
Torben Sarauw, manajer warisan budaya Museum Jutlanda Utara, menjelaskan temuan ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Viking di Denmark memiliki keterhubungan ekonomi dan budaya dengan Eropa Barat dan Timur. Perak tidak hanya berfungsi sebagai simbol kekayaan, tetapi juga sebagai alat tukar berdasarkan berat. Semua benda yang ditemukan—termasuk batangan dan pecahan—dapat dikelompokkan menurut bobotnya, menunjukkan adanya sistem penyimpanan dan pengelolaan kekayaan yang terstruktur.
Karena lokasi temuan kini berada di tengah kawasan padat penduduk, penyelidikan lebih lanjut menghadapi tantangan besar. Meskipun tidak mungkin mengetahui pasti alasan perak dikubur—apakah karena perang, keamanan, atau kebijakan penyimpanan—temuan ini memberi wawasan mendalam tentang kehidupan ekonomi dan sosial pada Zaman Viking. Kini seluruh artefak telah diserahkan ke Museum Nasional Denmark untuk penelitian ilmiah lebih lanjut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pembayaran Bunga Utang Pemerintah Capai Rp394 Triliun Hingga Agustus 2026
Realisasi pembayaran bunga utang pemerintah mencapai Rp394,2 triliun hingga akhir Agustus 2026, sebagian besar dari utang dalam negeri.
19 September 2026

Sinergi Kemenko PM dan RRI Dorong UMKM Bangkit Melalui Pasar Rakyat
Program 1001 Pasar Rakyat di Bogor hadirkan 55 UMKM dan 100 pelaku usaha ikut workshop, bertujuan perkuat akses pasar dan kemandirian ekonomi.
19 September 2026

Hanwha Life Perkuat Fondasi Bisnis untuk Tumbuh Berkelanjutan
Hanwha Life mencatatkan pertumbuhan signifikan pendapatan premi hingga 18,85% pada semester pertama 2026, dengan target capaian Rp322,8 miliar di akhir tahun.
19 September 2026

BSN dan MBC Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah Berbasis Emas
Bank BSN bekerja sama dengan MBC untuk mengembangkan layanan keuangan syariah berbasis emas, termasuk produk emas batangan dan mekanisme buyback secara digital.
19 September 2026
Berita Lainnya

Persidangan Korupsi Kuota Haji 2023–2024: Dugaan Aliran Dana ke Pejabat dan Jatah Fee untuk Kelompok Tertentu
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA
Pria Serang Anggota DPR AS dengan Cuka Dihukum 14 Bulan Penjara
Sabtu, 19 September 2026, 23.30 WITA

Pernikahan Paksa di China: Kekerasan yang Tersembunyi di Balik Tradisi
Sabtu, 19 September 2026, 23.28 WITA

Uni Eropa Desak AS Cabut Larangan Visa untuk Delegasi Palestina
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Penembakan di Sekolah Menengah Filipina Tewaskan Tiga Orang
Sabtu, 19 September 2026, 23.27 WITA

Jule Tak Dituntut, Polisi Serahkan ke BNNP untuk Rehabilitasi
Sabtu, 19 September 2026, 23.26 WITA

Indonesia Perkenalkan Budaya di Resepsi Kemerdekaan di London
Sabtu, 19 September 2026, 23.25 WITA

45 Negara Dekati BRICS Meski Tekanan Barat Meningkat
Sabtu, 19 September 2026, 23.24 WITA

