Sabtu, 19 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Temuan Perak Viking Terbesar di Denmark Bongkar Praktik Ekonomi Zaman Kuno

Seorang warga Denmark menemukan harta karun perak 18,5 kilogram saat renovasi halaman, mengungkap sistem ekonomi berbasis berat pada Zaman Viking.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 18.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Temuan Perak Viking Terbesar di Denmark Bongkar Praktik Ekonomi Zaman Kuno📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Seorang pemilik rumah di wilayah Rebild Kommune, Denmark, terkejut menemukan timbunan perak raksasa saat membersihkan halaman belakang untuk pembangunan teras. Temuan tersebut berupa lebih dari 700 benda dari berbagai jenis, termasuk batangan, perhiasan, koin, dan artefak kecil seperti palu Thor yang berkaitan dengan mitologi Nordik. Total berat temuan mencapai 18,5 kilogram, menjadikannya penemuan perak Zaman Viking terbesar sepanjang sejarah Denmark—setara hampir tiga kali lipat dari temuan sebelumnya.

Sebanyak 320 objek ditemukan dalam wadah tanah liat, sementara sisanya tersebar di sekitar lokasi. Analisis menunjukkan sebagian besar batangan perak memiliki ukiran rune, termasuk tulisan "hutu" yang diduga merupakan identitas pemilik atau tanda kepemilikan. Di antara koin yang ditemukan, dua di antaranya adalah penny perak Anglo-Saxon dari masa pemerintahan Raja Edward (899–924 Masehi), sementara sejumlah lainnya berasal dari peradaban Islam, menunjukkan jaringan perdagangan lintas benua pada abad ke-10.

Torben Sarauw, manajer warisan budaya Museum Jutlanda Utara, menjelaskan temuan ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Viking di Denmark memiliki keterhubungan ekonomi dan budaya dengan Eropa Barat dan Timur. Perak tidak hanya berfungsi sebagai simbol kekayaan, tetapi juga sebagai alat tukar berdasarkan berat. Semua benda yang ditemukan—termasuk batangan dan pecahan—dapat dikelompokkan menurut bobotnya, menunjukkan adanya sistem penyimpanan dan pengelolaan kekayaan yang terstruktur.

Karena lokasi temuan kini berada di tengah kawasan padat penduduk, penyelidikan lebih lanjut menghadapi tantangan besar. Meskipun tidak mungkin mengetahui pasti alasan perak dikubur—apakah karena perang, keamanan, atau kebijakan penyimpanan—temuan ini memberi wawasan mendalam tentang kehidupan ekonomi dan sosial pada Zaman Viking. Kini seluruh artefak telah diserahkan ke Museum Nasional Denmark untuk penelitian ilmiah lebih lanjut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya