Tiga Jalur Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8% Menurut Pakar Nobel
James A. Robinson menegaskan tiga jalur yang bisa ditempuh negara untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% per tahun, termasuk transformasi struktural, pemanfaatan sumber daya alam, dan institusi inklusif.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.02 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 45x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pertumbuhan ekonomi sebesar 8% per tahun, meski terlihat ambisius, justru merupakan fenomena yang langka dan tidak lazim menurut James A. Robinson, peraih Nobel Ekonomi 2024. Ia menekankan bahwa capaian semacam ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari struktur ekonomi yang kuat dan kebijakan yang konsisten dalam jangka panjang. Dalam paparannya di forum kebijakan nasional, Robinson menyoroti tiga model utama yang telah terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan tinggi tersebut.
Model pertama adalah ekonomi "ajaib" atau miracle economies, yang ditandai dengan transformasi struktural yang berkelanjutan selama beberapa dekade. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Tiongkok, dan Singapura menjadi contoh utama dari kategori ini. Di luar Asia, Irlandia, Malta, dan Ethiopia juga berhasil menunjukkan potensi serupa, meskipun dalam skala yang berbeda. Namun, Robinson menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hasil keberuntungan, melainkan hasil dari kebijakan yang terukur dan konsisten.
Model kedua adalah pemanfaatan sumber daya alam secara strategis untuk menciptakan nilai tambah. Negara seperti Oman, Arab Saudi, dan Botswana berhasil memanfaatkan pendapatan dari komoditas untuk membangun infrastruktur, sektor lain, dan kapasitas ekonomi yang lebih luas. Namun, Robinson memperingatkan bahwa jika pendapatan dari sumber daya alam hanya digunakan untuk konsumsi atau dikelola secara tidak transparan, maka pertumbuhan yang dihasilkan bersifat sementara dan rentan terhadap fluktuasi pasar. Ia mencontohkan Guinea Ekuatorial, Azerbaijan, dan Turkmenistan sebagai negara yang gagal memanfaatkan kekayaan alam secara optimal.
Menurut Robinson, jalur paling berkelanjutan dan strategis adalah membangun institusi ekonomi yang inklusif. Dalam karya terkenalnya, *Why Nations Fail*, ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan lahir dari sistem yang memberi ruang bagi semua lapisan masyarakat untuk berpartisipasi. Insentif yang adil, akses ke pasar, perlindungan hukum, dan lingkungan yang mendukung kewirausahaan menjadi kunci utama. Tanpa institusi yang kuat dan adil, pertumbuhan 8% hanya bersifat sementara dan tidak dapat dipertahankan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Pemerintah menaikkan target setoran PNBP sektor energi dan mineral tahun 2026 menjadi Rp165 triliun, didorong capaian positif hingga September yang sudah mencapai 93,78% dari target sebelumnya.
25 Oktober 2026

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Rupiah mengalami tekanan berkelanjutan dengan nilai tukar menembus level Rp18.040 per dolar AS, dipicu penguatan greenback dan penurunan persepsi investasi global.
25 Oktober 2026

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Layanan keuangan melalui BRILink Agen Fillio di Dumai berhasil meningkatkan akses transaksi keuangan bagi masyarakat, terutama UMKM dan lansia, sekaligus mendukung perputaran ekonomi lokal.
25 Oktober 2026

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Mantan Presiden AS Barack Obama menyerukan dukungan terhadap Demokrat dalam pemilu sela, menilai pemerintahan Trump telah membawa kekacauan dan kebijakan yang merusak stabilitas ekonomi dan keamanan nasional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pembantaian Massal Warga Tionghoa di Batavia 1740
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.30 WITA

Kim Jong Un Kunjungi China Lewat Jembatan Baru Yalu
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.29 WITA

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Siapkan Rp883 Miliar untuk Diskon Transportasi Nataru
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.21 WITA

