Tiga Terduga Pelaku Rusak CCTV di Depan DPR Diamankan
Polda Metro Jaya menangkap tiga orang yang diduga merusak kamera pengawas di depan Gedung DPR/MPR RI saat kerusuhan 27 Agustus, dengan penyidik kini mendalami motif dan peran masing-masing.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 15.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Tim Reserse Kriminal Polda Metro Jaya berhasil menangkap tiga orang yang diduga bertanggung jawab atas perusakan kamera pengawas lingkungan di depan Gedung DPR/MPR RI pada 27 Agustus lalu. Penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan pengembangan dari hasil pendalaman awal terhadap pelaku kerusuhan yang terjadi pada hari itu. Operasi penangkapan dilakukan secara bertahap, mulai dari malam sebelumnya hingga pagi hari ini, menunjukkan komitmen penyidik dalam menuntaskan kasus tersebut secara sistematis.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa ketiga tersangka memiliki peran aktif dalam aksi perusakan infrastruktur pemantauan milik pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa CCTV yang dirusak merupakan bagian dari sistem keamanan publik yang telah beroperasi secara rutin di wilayah strategis. Penyidik kini tengah memeriksa ketiganya secara intensif untuk mengungkap seluruh kronologi dan motif pelaku.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Gubernur Pramono Anung, telah menyampaikan keprihatinan atas aksi perusakan tersebut. Ia menegaskan bahwa semua fasilitas publik yang rusak, termasuk halte dan kamera pengawas, telah selesai diperbaiki. Pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh fasilitas tersebut kembali berfungsi normal demi menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya penguatan penegakan hukum terhadap tindakan yang mengganggu ketertiban umum dan merusak aset publik. Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus dilakukan secara transparan dan akan terus memberikan informasi kepada publik. Tujuan utamanya adalah menegakkan hukum dan mencegah terulangnya aksi serupa di masa depan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Skandal Kuota Haji Rp622 Miliar Terungkap, Saksi Sebut Ada Instruksi Ketik Nama
Pengungkapan dugaan korupsi kuota haji senilai Rp622 miliar menunjukkan adanya praktik manipulasi nama calon jemaah yang disusun berdasarkan arahan tersangka.
9 September 2026

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026
Berita Lainnya
Pemadaman Listrik Berlanjut di Kendari dan Konawe, Tertunda Hingga Malam Hari
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
ASN Tunggak Pajak Kendaraan Siap Dikenai Sanksi TPP
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Kebiasaan Malam Sederhana Tingkatkan Kesehatan Kulit
Rabu, 9 September 2026, 11.21 WITA
Pemkot Kendari Tuntaskan Pembangunan Jembatan Wawo
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Telusuri Aliran Dana Kasus Tambang di Bombana
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

KPK Diminta Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Tambang Nikel Kabaena
Rabu, 9 September 2026, 11.20 WITA

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA


