Transformasi Telkom Dorong Kenaikan Laba 30%
Penyederhanaan struktur anak usaha PT Telkom Indonesia diproyeksikan mampu menaikkan laba minimal 30% dalam waktu dekat.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proses transformasi besar-besaran yang digagas oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kini sedang berjalan intensif, didorong oleh Badan Pengatur BUMN dan Danantara Indonesia. Fokus utamanya adalah penyederhanaan struktur anak perusahaan agar bisnis berjalan lebih efisien dan fokus pada inti operasional. Langkah ini bertujuan menciptakan fondasi keuangan yang lebih sehat serta meningkatkan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, menegaskan bahwa penyelesaian proses ini diyakini mampu meningkatkan laba Telkom minimal sebesar 30%. Pernyataan itu disampaikan melalui kanal digital resmi @bumn_id, menekankan komitmen strategis dalam memperkuat posisi Telkom sebagai pemain utama dalam konektivitas dan infrastruktur digital nasional.
Dalam proses ini, Telkom telah mempertimbangkan berbagai dampak, termasuk kerugian teknis dari penutupan atau pengalihan entitas anak usaha. Total nilai cut loss dan write off yang diperkirakan terjadi mencapai Rp17 triliun, termasuk seluruh implikasi keuangan yang muncul dari restrukturisasi. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa langkah ini juga mencakup penyempitan pada segmen B2B ICT, termasuk entitas seperti PINS, Telkom SIGMA, dan Infomedia, yang akan mengalami penyesuaian struktur.
Transformasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Telkom sebagai strategic holding yang fokus pada pengembangan infrastruktur digital dan layanan konektivitas. Dengan mengurangi jumlah anak perusahaan dari 68 menjadi 18 entitas, perusahaan berharap dapat mengoptimalkan sumber daya, memperbaiki arus kas, serta menekan biaya operasional. Sejalan dengan itu, alokasi belanja modal di paruh pertama 2026 lebih dari 94% dialokasikan untuk bisnis inti, baik di segmen B2C maupun B2B infrastruktur.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Jakarta Diminta Evaluasi Kebutuhan Utang Sebelum Terbitkan Obligasi
Ekonom menekankan kewajiban persetujuan multi-instansi dan risiko gagal bayar sebelum DKI Jakarta menerbitkan obligasi daerah.
12 September 2026

Donasi Rp858 Miliar dari Investor Kripto untuk Partai Populis Inggris
Investor kripto Ben Delo menyerahkan donasi sebesar Rp858,6 miliar kepada Reform UK menjelang pemilu 2029, memecahkan rekor sumbangan politik di Inggris.
12 September 2026
Pria 36 Tahun Raih Rp151 Triliun dari Jualan Robot Otomatis
Seorang pria berusia 36 tahun sukses mengumpulkan kekayaan mencapai Rp151 triliun hanya dari penjualan robot otomatis dalam waktu singkat.
12 September 2026

Belanda Pindahkan Cadangan Emas 94 Ton untuk Kesiapsiagaan Krisis
Bank sentral Belanda memindahkan 94 ton emas dari Amerika Utara ke Inggris demi memperkuat respons cepat dalam kondisi darurat global.
12 September 2026
Berita Lainnya

Batasi Daya Baterai di Bawah 50% Saat Angkut Mobil Listrik via Kapal
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Uang Rp10 Miliar dari Sofa Penginapan Terancam Gulingkan Presiden Afrika Selatan
Sabtu, 12 September 2026, 22.41 WITA

Indonesia Perkuat Nelayan Skala Kecil Melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

Harga BBM Non Subsidi Naik Per 1 September 2026
Sabtu, 12 September 2026, 22.38 WITA

<Kesalahan Strategis AS Pasca 9/11 Dibongkar Eks Diplomat>
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Polisi Thailand Bekuk Sindikat Obat Diet Ilegal Senilai Rp26,7 M
Sabtu, 12 September 2026, 22.36 WITA

Prabowo Hadiri KTT BRICS ke-18 di New Delhi
Sabtu, 12 September 2026, 22.35 WITA

Sinergi Bulog-TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan Nasional
Sabtu, 12 September 2026, 22.31 WITA


