Minggu, 13 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Transformasi Telkom Dorong Kenaikan Laba 30%

Penyederhanaan struktur anak usaha PT Telkom Indonesia diproyeksikan mampu menaikkan laba minimal 30% dalam waktu dekat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 12 September 2026, 15.35 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
Transformasi Telkom Dorong Kenaikan Laba 30%📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Proses transformasi besar-besaran yang digagas oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kini sedang berjalan intensif, didorong oleh Badan Pengatur BUMN dan Danantara Indonesia. Fokus utamanya adalah penyederhanaan struktur anak perusahaan agar bisnis berjalan lebih efisien dan fokus pada inti operasional. Langkah ini bertujuan menciptakan fondasi keuangan yang lebih sehat serta meningkatkan kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan.

Dony Oskaria, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, menegaskan bahwa penyelesaian proses ini diyakini mampu meningkatkan laba Telkom minimal sebesar 30%. Pernyataan itu disampaikan melalui kanal digital resmi @bumn_id, menekankan komitmen strategis dalam memperkuat posisi Telkom sebagai pemain utama dalam konektivitas dan infrastruktur digital nasional.

Dalam proses ini, Telkom telah mempertimbangkan berbagai dampak, termasuk kerugian teknis dari penutupan atau pengalihan entitas anak usaha. Total nilai cut loss dan write off yang diperkirakan terjadi mencapai Rp17 triliun, termasuk seluruh implikasi keuangan yang muncul dari restrukturisasi. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan bahwa langkah ini juga mencakup penyempitan pada segmen B2B ICT, termasuk entitas seperti PINS, Telkom SIGMA, dan Infomedia, yang akan mengalami penyesuaian struktur.

Transformasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Telkom sebagai strategic holding yang fokus pada pengembangan infrastruktur digital dan layanan konektivitas. Dengan mengurangi jumlah anak perusahaan dari 68 menjadi 18 entitas, perusahaan berharap dapat mengoptimalkan sumber daya, memperbaiki arus kas, serta menekan biaya operasional. Sejalan dengan itu, alokasi belanja modal di paruh pertama 2026 lebih dari 94% dialokasikan untuk bisnis inti, baik di segmen B2C maupun B2B infrastruktur.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya