Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump Ancam Hentikan Perdagangan Jika The Fed Tak Turunkan Suku Bunga

Presiden AS Donald Trump mengancam menghentikan perdagangan dengan mitra utama jika Federal Reserve tidak menurunkan suku bunga, menekankan wewenang konstitusionalnya berdasarkan putusan Mahkamah Agung.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 22.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Trump Ancam Hentikan Perdagangan Jika The Fed Tak Turunkan Suku Bunga
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan ancaman keras terhadap kebijakan perdagangan global jika Federal Reserve (The Fed) tidak segera menurunkan suku bunga. Dalam pernyataan resmi di platform Truth Social pada Jumat (4/9), Trump menegaskan bahwa ia memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan aktivitas perdagangan dengan negara-negara yang dinilainya menyebabkan defisit perdagangan besar bagi AS. Ancaman ini didasarkan pada interpretasi hukum yang mengacu pada putusan Mahkamah Agung AS terkait wewenang presiden dalam urusan tarif dan perdagangan internasional.

Trump menekankan bahwa defisit perdagangan—yaitu situasi ketika impor melebihi ekspor—telah menjadi masalah struktural yang merugikan ekonomi nasional. Ia menyoroti negara-negara seperti China, Meksiko, dan Vietnam sebagai pihak utama yang menyumbang defisit perdagangan AS mencapai lebih dari US$200 miliar pada tahun lalu. Secara keseluruhan, defisit perdagangan AS terhadap seluruh mitra dagang mencapai angka US$1,2 triliun (sekitar Rp21 kuadriliun), menurut data federal. Trump menilai kebijakan suku bunga yang tinggi memperburuk defisit dengan memperkuat dolar dan menurunkan daya saing ekspor.

Ancaman tersebut muncul setelah rilis laporan pasar tenaga kerja AS untuk bulan Agustus 2026 yang menunjukkan penambahan 162 ribu pekerja baru—angka dua kali lipat dari perkiraan ekonom. Laporan ini menguatkan tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga guna menekan inflasi yang mulai menguat. Indeks Harga Konsumen (CPI) AS mencatat kenaikan tahunan sebesar 3,4 persen pada Juli, didorong terutama oleh lonjakan harga bahan bakar akibat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz.

Dalam konteks ini, Trump menyerukan penurunan suku bunga sebagai solusi strategis untuk mengurangi defisit dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menyatakan bahwa kebijakan The Fed yang kaku justru memperparah ketidakseimbangan perdagangan dan mengancam stabilitas ekonomi nasional. Pertemuan The Fed akhir bulan ini menjadi momen krusial untuk menentukan arah kebijakan moneter, yang kini berada di bawah sorotan tajam dari presiden dan pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya