Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Trump dan Kim Jong Un Siap Bahas Denuklirisasi Lagi

AS dan Korea Utara menunjukkan sinyal pembukaan dialog, termasuk kemungkinan pertemuan antar pemimpin dalam waktu dekat, seiring upaya diplomasi yang kembali menguat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 10.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Trump dan Kim Jong Un Siap Bahas Denuklirisasi Lagi
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kemungkinan pertemuan antara pemimpin Amerika Serikat dan Korea Utara kembali muncul setelah adanya indikasi dari intelijen Korea Selatan. Menurut anggota parlemen yang menerima laporan dari Badan Intelijen Nasional Seoul, pembicaraan tingkat tinggi antara kedua negara bisa berlangsung dalam waktu dekat, meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai kontak langsung.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan niatnya untuk kembali bertemu dengan Kim Jong Un pada akhir tahun ini. Langkah ini didukung oleh keputusan mengurangi skala latihan militer bersama AS dan Korea Selatan, yang mencerminkan sikap diplomatik yang lebih terbuka dibandingkan periode sebelumnya.

Pertemuan sebelumnya antara Trump dan Kim Jong Un terjadi tiga kali pada 2018 dan 2019, yang berfokus pada isu denuklirisasi Korea Utara, namun tidak menghasilkan kesepakatan konkret. Kini, peluang kembali membuka dialog muncul kembali, seiring perubahan kebijakan dan sikap dari kedua belah pihak.

Di sisi lain, intelijen Korea Selatan juga melaporkan bahwa Kim Jong Un sedang mempersiapkan putrinya, Ju Ae, untuk menjadi penerus kepemimpinan negara. Kehadiran sang putri dalam media resmi dinilai sebagai bagian dari proses pengangkatan sebagai calon pemimpin berikutnya. Sementara itu, klaim bahwa Korea Utara akan mengirim pasukan ke Ukraina ditegaskan sebagai tidak benar oleh Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara.

Selain itu, NIS juga mengungkapkan telah mendapatkan dokumen rahasia dari Korea Utara, termasuk cetak biru rudal dan materi internal Partai Buruh Korea. Meski tidak dirinci lebih lanjut, temuan ini menambah wawasan tentang kapasitas militer dan struktur kekuasaan dalam rezim Pyongyang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya