Trump Siap Isi Cadangan Minyak AS dari Venezuela
AS akan mengisi kembali cadangan minyak strategis dengan minyak Venezuela berdasarkan kesepakatan baru, menyusul penurunan stok hingga level terendah dalam 44 tahun.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 10.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 4x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pengisian kembali cadangan minyak strategis nasional menggunakan pasokan dari Venezuela. Keputusan ini diambil setelah terjalin kesepakatan terbaru antara kedua negara, yang menurut Trump merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi AS. Ia menegaskan bahwa proses pengisian akan segera dimulai, menilai minyak Venezuela sebagai kontribusi berharga bagi kepentingan nasional Amerika.
Berdasarkan data terbaru per 21 Agustus, cadangan minyak strategis AS berada pada angka 290 juta barel—kondisi terendah dalam empat dekade terakhir. Penurunan ini disebabkan oleh pengeluaran stok besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir, terutama sebagai respons terhadap fluktuasi harga energi global dan gangguan pasokan. Upaya pengisian kembali ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas energi nasional.
Venezuela, dalam kesepakatan yang berlaku selama 25 tahun, menargetkan produksi harian melebihi 1,5 juta barel. Menteri Perminyakan interim Venezuela, Delcy Rodríguez, menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak sejarah yang menjadi fondasi pemulihan ekonomi negara. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini akan menjadi pemicu peningkatan kapasitas produksi nasional dan pembukaan akses ke pasar global.
Rodríguez juga menyampaikan keinginan untuk memperluas kolaborasi dengan perusahaan energi multinasional seperti Chevron, Repsol, Eni, Shell, dan BP. Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya untuk keuntungan finansial, tetapi juga untuk menegaskan posisi Venezuela sebagai aktor utama dalam industri energi global. Dari setiap barel minyak yang dijual, sekitar 19 dolar AS akan dialokasikan langsung ke kas negara. Dengan asumsi harga minyak sebesar 65 dolar per barel, pendapatan yang diharapkan mencapai 209,335 miliar dolar AS dari proyek ini.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.04 WITA

Serangan di Gereja Karak Tewaskan Sembilan Orang, Raja Yordania Tegaskan Tindakan Tegas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

Obama Sindir Renovasi Gedung Putih, Sebut Mirip Restoran Mewah
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

12 Orang Terluka dalam Penembakan Dekat Stadion FAMU
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

Bantuan Presiden Rp1,24 Triliun Disalurkan untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.02 WITA

Bima Ayman Modjo Luncurkan Single Perdana "Rindu yang Lirih
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.02 WITA

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.01 WITA

