Turki Kehilangan Daya Tarik Harga, Liburan Makin Mahal
Lonjakan biaya pariwisata di Turki akibat kebijakan nilai tukar mata uang menyebabkan penurunan kunjungan turis, meski pendapatan sektor tetap tinggi pada paruh pertama 2026.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 19.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 14x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Turki yang dulu dikenal sebagai destinasi liburan terjangkau kini mengalami perubahan signifikan dalam dinamika ekonomi pariwisata. Kemegahan Istanbul, keindahan Cappadocia, dan pantai Mediterania yang eksotis yang dahulu menarik ribuan wisatawan kini mulai ditinggalkan karena biaya operasional yang melonjak drastis. Kenaikan tarif akomodasi, makanan, dan atraksi wisata membuat pengeluaran pelancong asing jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, terutama pada musim panas 2026.
Salah satu contoh nyata adalah biaya jet ski selama 15 menit yang kini mencapai 90 pound sterling (sekitar Rp2,16 juta), naik tajam dari hanya 20 pound sterling (Rp480 ribu) pada tahun sebelumnya. Pasangan asal Inggris, Donna dan Dave Needham, yang rutin berkunjung ke wilayah Mediterania Turki sejak 2021, menyatakan keterkejutannya. Mereka mengaku tidak lagi mampu menginap di resor favorit keluarga karena kenaikan harga yang tidak terjangkau, dan mempertimbangkan untuk memilih destinasi lain tahun depan.
Penyebab utama kenaikan biaya ini berasal dari kebijakan pemerintah Turki yang menahan depresiasi mata uang lira agar tidak melambat terlalu cepat dibandingkan inflasi domestik. Kebijakan ini, meski bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri, berdampak langsung pada daya beli wisatawan asing. Hasilnya, harga barang dan jasa bagi pelancong asing terasa jauh lebih mahal, sehingga mengurangi daya tarik Turki sebagai tujuan liburan hemat.
Data resmi dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki menunjukkan tren penurunan kunjungan secara konsisten pada semester pertama 2026. Pada Mei, jumlah kunjungan turis menurun 3,6 persen dibanding tahun sebelumnya, kemudian 4 persen pada Juni, dan 0,3 persen pada Juli. Kunjungan dari Inggris sendiri anjlok hingga 11 persen dalam satu bulan terakhir. Meski demikian, pendapatan sektor pariwisata Turki pada semester I 2026 masih mencapai US$25,75 miliar (sekitar Rp455,5 triliun), menunjukkan bahwa meski jumlah pengunjung berkurang, nilai rata-rata per kunjungan justru meningkat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

MHTG Tuntaskan Topping Off, Siapkan Pusat Kanker Terpadu
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Diskon Hingga Jutaan Rupiah untuk Mesin Cuci dan Kulkas di Transmart
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.49 WITA

Gandrung Sewu 2026 Tampilkan Tradisi Bercahaya di Malam Hari
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.43 WITA

Moto3 Australia 2026 Batal, Veda Ega Kecewa, Danish Dapat Keuntungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Klasemen MotoGP 2026 Stabil Usai Australia Batal Digelar
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Topan Champi Ancam Taiwan dan Jepang, Ratusan Penerbangan Dibatalkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.32 WITA

Demonstrasi Massal Prancis Tertahan, Ratusan Ribu Jatuhkan Kritik pada Kebijakan Pemerintah
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.31 WITA

Singapura Pertahankan Komitmen Kontrak Meski Ekspor Gas Dipangkas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.30 WITA

