United Tractors Dapat Persetujuan RKAB 12,4 Juta Ton
Perseroan mendapatkan kenaikan persetujuan RKAB batubara menjadi 12,4 juta ton, meski masih di bawah kapasitas produksi 15 juta ton.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 24 September 2026, 09.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT United Tractors Tbk (UNTR) berhasil meraih persetujuan kenaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk produksi batubara sebesar 12,4 juta ton pada semester kedua 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan persetujuan sebelumnya di paruh pertama tahun yang sama, yang hanya mencapai 7,4 juta ton. Kenaikan ini menjadi langkah penting dalam menyesuaikan operasional dengan target produksi jangka panjang, meski masih terpaut dari kapasitas maksimal perusahaan sebesar 15 juta ton.
Peningkatan RKAB tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan United Tractors, Vilihati Surya, dalam acara Astra Media Day di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Ia menegaskan bahwa realisasi RKAB yang lebih tinggi mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas produksi dan kesiapan perusahaan dalam menjalankan aktivitas pertambangan secara berkelanjutan. Namun, capaian ini belum sepenuhnya mampu mengatasi tekanan pada penjualan batubara yang turun 22% dari Januari hingga Agustus 2026, mencapai 6.723 ton.
Dampak yang sama juga terasa pada sektor penjualan alat berat, khususnya segmen big machine yang dominan di sektor pertambangan batubara. Penjualan alat berat pada periode yang sama turun 21%, menjadi 2.689 unit dari 3.408 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan lebih dalam terjadi pada segmen big machine, yang turun dari 860 unit menjadi 436 unit. Menurut Vilihati, keterbatasan RKAB berdampak langsung pada keputusan pembelian alat berat dari para pelanggan, terutama di industri pertambangan batubara yang menunda ekspansi operasional.
Selain faktor RKAB, kondisi El Nino juga turut memengaruhi kinerja produksi, terutama di wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Tengah yang mengalami kekeringan ekstrem. Hambatan ini menyebabkan penundaan peningkatan aktivitas produksi, sehingga proyeksi penjualan batubara diperkirakan baru akan mencapai titik optimal pada bulan November hingga Desember 2026.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

7 Kebiasaan Sehari-Hari yang Tak Disadari Picu Hipertensi
Banyak orang menganggap makanan sebagai penyebab utama tekanan darah tinggi, padahal sejumlah kebiasaan sehari-hari justru berperan besar dalam memicu kenaikan tekanan darah.
24 September 2026

Permintaan Renminbi Tembus Rp600 Triliun, BI Siapkan Langkah Strategis
Permintaan mata uang renminbi di Indonesia capai US$41,4 miliar hingga Agustus 2026, didorong pertumbuhan transaksi lokal dalam mata uang asing yang terus melonjak.
24 September 2026

Macron Tegaskan Kegagalan Klaim Perdamaian Gaza
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak klaim Trump soal perdamaian Gaza, menekankan tidak ada akses kemanusiaan yang kembali dibuka dan menyoroti kegagalan diplomasi global.
24 September 2026

Prabowo Siapkan Pendidikan Gratis dari TK hingga Kuliah
Pemerintah berencana menerapkan pendidikan gratis di semua jenjang sekolah negeri, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, dengan penerapan dalam waktu dua hingga empat minggu ke depan.
24 September 2026
Berita Lainnya

Ube: Sumber Karbohidrat Sehat dengan Manfaat Kesehatan Menjanjikan
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

Mengurangi Gula Tambahan, Manfaat Nyata untuk Tubuh
Kamis, 24 September 2026, 09.30 WITA

6 Makanan Alami untuk Cegah Rambut Rontok
Kamis, 24 September 2026, 09.18 WITA

Bahaya Aquaplaning Saat Hujan, Ini Langkah Pencegahan Penting
Kamis, 24 September 2026, 09.14 WITA

Blokir STNK Setelah Jual Kendaraan, Ini Langkahnya
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

DKI Pertimbangkan CFD Sabtu-Minggu untuk Kurangi Emisi
Kamis, 24 September 2026, 09.13 WITA

Redmi Note 17 Pro Max 5G dan Pro 5G Hadir di Indonesia dengan Pembeda Spesifik
Kamis, 24 September 2026, 09.11 WITA

Sulawesi Tenggara Terdampak Kekeringan Ekstrem Selama 89 Hari
Kamis, 24 September 2026, 09.09 WITA

