Usman Nurmagomedov Bantah Serang Yadong Usai Pertarungan
Usman Nurmagomedov menanggapi tudingan serangan terhadap Song Yadong pasca-kemenangan adiknya, dengan menegaskan bahwa tindakannya adalah bentuk empati, bukan ancaman.
Redaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 21.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Usman Nurmagomedov angkat bicara menyikapi kontroversi yang muncul setelah pertarungan UFC Shanghai, menyusul dugaan tindakan agresif terhadap petarung China, Song Yadong, saat menyusul adiknya yang terjatuh di ring. Kejadian berlangsung usai Yadong mengalahkan Umar Nurmagomedov melalui KO pada ronde kedua di SPD Bank Oriental Sports Center. Saat Umar tak mampu bangkit, Usman langsung melompat ke dalam octagon untuk membantu adiknya, yang kemudian menimbulkan benturan dengan Yadong yang sedang merayakan kemenangan.
Dalam rekaman pertandingan, terlihat Usman hampir melakukan serangan siku berputar terhadap Yadong, namun sempat menghentikan gerakannya. Insiden itu memicu kritik publik, dengan sebagian pihak menilai Usman sengaja mengganggu momen kemenangan lawan. Namun, dalam pernyataan resmi di media sosial, Usman membantah tudingan tersebut, menekankan bahwa reaksinya muncul dari perasaan empati, bukan dendam.
Ia menegaskan bahwa tindakannya bukan bentuk ancaman, melainkan respons alami terhadap situasi yang sangat emosional. “Jika memang saya berniat menyerang, saya pasti sudah melakukannya,” ujarnya, menekankan bahwa keputusan untuk tidak menyerang adalah kesadaran penuh. Ia menilai kecaman yang muncul justru melebih-lebihkan insiden yang sebenarnya bersifat spontan dan manusiawi.
Usman juga menyampaikan pesan mendalam terkait nilai keluarga dan empati, menilai kritik yang dilayangkan berasal dari orang-orang yang tidak mengenal arti kasih sayang dalam lingkungan keluarga. “Kalian yang penuh kebencian, picik, dan iri hati—masalah kalian adalah kalian tak pernah merasakan kasih sayang sejati,” katanya, menegaskan bahwa dirinya bukan yang perlu dikasihani, melainkan mereka yang menghakimi tanpa memahami konteks.
Pernyataan Usman menunjukkan sikap tenang dan reflektif dalam menghadapi tekanan publik, sekaligus mengingatkan bahwa di balik aksi fisik, ada dimensi emosional yang tak selalu terlihat. Ia menekankan pentingnya memahami situasi sebelum menghakimi, terlebih dalam konteks olahraga yang sarat emosi dan tekanan tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ribuan Bakat Muda Bersaing di Blispi Youth Cup 2026
Turnamen sepak bola usia dini Blispi Youth Cup 2026 di Bekasi menampilkan 2.150 pemain dari 74 tim, dengan dukungan Ketua DPD RI dan pelatih Shin Tae-yong untuk menjaring talenta nasional.
25 Oktober 2026

Kolaborasi Digital dan Olahraga Dorong Promosi Wisata Indonesia
Inisiatif integrasi olahraga, komunitas, dan gim digital diluncurkan untuk memperluas promosi destinasi wisata melalui rangkaian acara di Jakarta 2026.
25 Oktober 2026

Raharjati Raih Medali Perak Panjat Tebing Dunia di Santiago
Atlet Indonesia Raharjati Nursamsa meraih medali perak di nomor kecepatan putra pada World Climbing Series Santiago 2026, kalah dari atlet China Zhao Yicheng yang mencatatkan waktu tercepat.
25 Oktober 2026

Moto2 dan Moto3 Australia Dibatalkan Akibat Cuaca Ekstrem
Pembatalan balapan Moto2 dan Moto3 di Phillip Island disebabkan cuaca buruk yang mengancam keselamatan, menggagalkan peluang Veda Ega tampil dari posisi terdepan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK RI Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.28 WITA

Ekonomi Kreatif Dorong PDRB Jakarta Capai Rp410 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Empat Acara Besar Serentak di Senayan Picu Pengalihan Lalu Lintas
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.27 WITA

Elektabilitas PSI Berada di Bawah NasDem dalam Survei IPO
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.25 WITA

Gubernur Kalbar Tekankan Penyelesaian BBM dan Listrik dalam Rapat Koordinasi
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.24 WITA

Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Gagal Digagalkan Tim Gabungan
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

Cak Imin Dorong Pemberdayaan bagi Penerima Bansos
Minggu, 25 Oktober 2026, 15.23 WITA

