Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Vale Siapkan Investasi Rp19,29 Triliun untuk Ekspansi 2027

PT Vale Indonesia Tbk. menyiapkan belanja modal hingga Rp19,29 triliun pada 2027 sebagai puncak ekspansi, didukung pendanaan siaga dan optimisme pencapaian target produksi nickel matte.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 10 September 2026, 19.35 WITA·👁 2 orang membaca· 2 hari ini · 4x dibuka
Vale Siapkan Investasi Rp19,29 Triliun untuk Ekspansi 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan tambang nikel milik holding MIND ID, PT Vale Indonesia Tbk., tengah mempersiapkan rencana ekspansi besar pada tahun 2027 dengan alokasi belanja modal (capex) mencapai US$1,1 miliar, setara Rp19,29 triliun berdasarkan kurs asumsi Rp17.540 per dolar AS. Angka ini menjadi puncak dari serangkaian investasi yang telah direncanakan sejak 2026, dengan proyeksi capex mencapai hampir US$700 juta untuk mendukung pengembangan tambang, proyek HPAL, serta pemeliharaan operasional.

Dukungan pendanaan telah disiapkan melalui sustainability linked loan senilai US$750 juta yang berstatus fasilitas siaga. Meski demikian, manajemen tetap terbuka terhadap kemungkinan tambahan pendanaan guna menopang seluruh rencana investasi, terutama untuk pembangunan smelter baru berbasis HPAL yang menjadi fokus utama dalam periode ekspansi.

Pada 2028, Vale tetap mengalokasikan anggaran capex sekitar US$800 juta untuk melanjutkan pengembangan proyek HPAL di Sorowako, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam memperkuat kapasitas pengolahan nikel di dalam negeri. Di sisi produksi, perusahaan menargetkan output nickel matte sebesar 67.645 metrik ton pada tahun ini, yang didukung kinerja operasional positif pada semester pertama 2026.

Pencapaian tersebut didorong oleh penyelesaian perbaikan tungku listrik nomor 3 pada bulan Juni 2026, yang memperkuat stabilitas produksi di semester kedua. Kadar nikel dari hasil pertambangan mencapai 1,82%, merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, sehingga memungkinkan efisiensi dalam proses pengolahan. Dengan pasokan bijih yang baik dan operasional pabrik yang stabil, manajemen yakin target produksi tahunan dapat tercapai.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya