Vance Soroti Kegagalan Militer AS dalam 42 Tahun Terakhir
Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa Amerika hampir tak pernah menang dalam perang selama empat dekade terakhir, menyoroti kegagalan strategi dan budaya di Pentagon.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.43 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 21x dibuka
📷 SindonewsKendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menggarisbawahi kegagalan berkelanjutan dalam operasi militer negaranya selama empat puluh dua tahun terakhir, dengan menyatakan bahwa Amerika tidak pernah benar-benar memenangkan konflik yang dihadapinya. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam konteks ketegangan geopolitik yang kembali memanas, terutama menyusul insiden rudal yang menyerang acara pernikahan di Iran, menewaskan empat orang, termasuk dua anak kecil.
Vance menilai bahwa era 40 tahun terakhir merupakan serangkaian petualangan militer yang tidak terarah, yang didorong oleh perencanaan yang lemah dan kepemimpinan politik yang tidak akuntabel. Ia menekankan bahwa kegagalan tersebut bukan sekadar hasil dari kegagalan strategis, melainkan akibat budaya organisasi yang tidak mampu belajar dari kesalahan masa lalu, terutama di lingkungan Pentagon.
Insiden di Iran, yang menurut analisis Reuters kemungkinan besar melibatkan rudal dari AS, menjadi simbol nyata dari risiko yang melekat pada pendekatan militer yang tidak kritis. Dalam konteks ini, Vance menekankan perlunya reformasi mendalam, bukan hanya dalam alat militer, tetapi juga dalam cara negara memutuskan kapan dan bagaimana menggunakan kekuatan militer.
Tujuan utama pernyataan Vance adalah mendorong refleksi sistemik terhadap kebijakan luar negeri dan pertahanan AS, dengan harapan mencegah keterulangan kesalahan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak bisa diukur hanya dari jumlah operasi, tetapi dari hasil yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi keamanan nasional serta stabilitas global.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Kelompok Houthi menyangkal tudingan Arab Saudi bahwa rudal mereka menargetkan Makkah dan Madinah, menyebut pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar.
25 Oktober 2026

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Dua pesawat latih SF-260 Angkatan Udara Filipina bertabrakan saat latihan, menewaskan empat pilot di Pangkalan Udara Fernando, Batangas.
25 Oktober 2026

Supervisor 34 Tahun Cari Kerja Sesuai Pengalaman
Seorang supervisor berusia 34 tahun berjuang menemukan pekerjaan yang sesuai keterampilan setelah kontrak kerja berakhir, dengan pilihan terbatas dan harapan tetap optimistis meski harus memulai dari bawah.
24 Oktober 2026

Nenek 96 Tahun Raih 15 Juta Pengikut, Bantu Biaya Panti Jompo
Nenek asal Connecticut berhasil menutupi biaya tinggal di panti jompo sebesar Rp190 juta per bulan melalui pendapatan dari media sosial.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.09 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

