Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Vance Soroti Kegagalan Militer AS dalam 42 Tahun Terakhir

Wakil Presiden AS JD Vance mengungkapkan bahwa Amerika hampir tak pernah menang dalam perang selama empat dekade terakhir, menyoroti kegagalan strategi dan budaya di Pentagon.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.43 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Vance Soroti Kegagalan Militer AS dalam 42 Tahun Terakhir
Foto: Sindonews

Kendari, ıNarasikita - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menggarisbawahi kegagalan berkelanjutan dalam operasi militer negaranya selama empat puluh dua tahun terakhir, dengan menyatakan bahwa Amerika tidak pernah benar-benar memenangkan konflik yang dihadapinya. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam konteks ketegangan geopolitik yang kembali memanas, terutama menyusul insiden rudal yang menyerang acara pernikahan di Iran, menewaskan empat orang, termasuk dua anak kecil.

Vance menilai bahwa era 40 tahun terakhir merupakan serangkaian petualangan militer yang tidak terarah, yang didorong oleh perencanaan yang lemah dan kepemimpinan politik yang tidak akuntabel. Ia menekankan bahwa kegagalan tersebut bukan sekadar hasil dari kegagalan strategis, melainkan akibat budaya organisasi yang tidak mampu belajar dari kesalahan masa lalu, terutama di lingkungan Pentagon.

Insiden di Iran, yang menurut analisis Reuters kemungkinan besar melibatkan rudal dari AS, menjadi simbol nyata dari risiko yang melekat pada pendekatan militer yang tidak kritis. Dalam konteks ini, Vance menekankan perlunya reformasi mendalam, bukan hanya dalam alat militer, tetapi juga dalam cara negara memutuskan kapan dan bagaimana menggunakan kekuatan militer.

Tujuan utama pernyataan Vance adalah mendorong refleksi sistemik terhadap kebijakan luar negeri dan pertahanan AS, dengan harapan mencegah keterulangan kesalahan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak bisa diukur hanya dari jumlah operasi, tetapi dari hasil yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi keamanan nasional serta stabilitas global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya