Volkswagen PHK 100 Ribu Karyawan Akibat Tekanan Global
Volkswagen resmi mengumumkan pemotongan 100.000 posisi kerja hingga akhir dekade ini sebagai respons terhadap tekanan tarif AS dan persaingan ketat dari produsen otomotif asal Tiongkok.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 09.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Volkswagen mengonfirmasi rencana pemangkasan tenaga kerja besar-besaran yang mencapai 100.000 orang dalam periode hingga akhir 2030, setelah dewan pengawas memberikan persetujuan penuh atas rencana restrukturisasi yang telah disepakati bersama serikat pekerja. Keputusan ini menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan struktur operasional dengan kondisi ekonomi global yang menantang, terutama di tengah lonjakan tarif impor dari Amerika Serikat dan dominasi merek-merek Tiongkok di pasar otomotif Eropa maupun domestik.
Pemangkasan ini tidak hanya menyangkut jumlah karyawan, tetapi juga pengurangan hingga separuh dari total model kendaraan yang diproduksi oleh grup yang mencakup Audi, Bentley, Porsche, dan merek-merek lainnya. Dalam proses ini, empat fasilitas manufaktur utama di Jerman—Hanover, Emden, Zwickau, dan Neckarsulm—berada dalam risiko penutupan permanen jika tidak ada perubahan signifikan dalam strategi produksi dan efisiensi operasional hingga tahun 2030-an.
Dalam pernyataan resmi, CEO Volkswagen, Oliver Blume, menegaskan bahwa langkah ini merupakan respons sistematis terhadap realitas industri yang berubah drastis. Ia menyebut pentingnya menyelaraskan kapasitas produksi dan tenaga kerja dengan permintaan pasar yang menurun di Eropa dan kelebihan kapasitas yang telah terjadi selama bertahun-tahun. Keputusan ini sebelumnya sempat memicu reaksi negatif dari karyawan saat Blume melakukan tur ke kantor pusat Wolfsburg, namun kini telah mendapatkan dukungan penuh dari dewan pengawas yang mewakili pemegang saham dan perwakilan tenaga kerja.
Total karyawan Volkswagen di seluruh dunia mencapai sekitar 650.000 orang, sehingga pemangkasan 100.000 posisi setara dengan 15% dari total tenaga kerja. Langkah ini menandai restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif global, dan menunjukkan dampak mendalam dari pergeseran pasar, perang dagang, serta transformasi digital dan elektrifikasi yang mendorong perubahan fundamental di sektor manufaktur.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

PMI Manufaktur RI Masih di Zona Kontraksi
Aktivitas industri manufaktur Indonesia mengalami penurunan pada Agustus 2026, tercatat di level 49,8, menunjukkan penurunan aktivitas produksi.
9 September 2026

Imos 2026 Siap Hadirkan Solusi Mobilitas Modern di Tangerang
Pameran sepeda motor terbesar Tanah Air bakal digelar 20–29 November 2026 di ICE BSD City, menawarkan inovasi teknologi dan beragam solusi mobilitas produktif bagi masyarakat.
8 September 2026

Dana Desa Rp40 T Siap Lunasi Cicilan Kopdes Merah Putih
Pemerintah menjamin pembayaran cicilan proyek Koperasi Desa Merah Putih tidak akan membebani bank negara berkat alokasi dana desa Rp40 triliun per tahun selama enam tahun.
8 September 2026

237 SPBU di Jatim, Bali, NTB, dan NTT Diberi Sanksi BBM Subsidi
Pertamina menerapkan sanksi terhadap 237 SPBU di lima wilayah karena pelanggaran penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


