Senin, 5 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wahyu Hadiningrat Resmi Jadi Wakapolri, Dukungan dari Ahli Kepolisian

Pelantikan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri disambut positif oleh analis kepolisian, yang menilai pengalaman luasnya di bidang reserse, kewilayahan, dan perencanaan anggaran mendukung soliditas kepemimpinan bersama Kapolri Suyudi Ario Seto.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 5 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Wahyu Hadiningrat Resmi Jadi Wakapolri, Dukungan dari Ahli Kepolisian📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pelantikan Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia menandai langkah strategis dalam transformasi kepemimpinan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. Keputusan tersebut dinilai mencerminkan keberpihakan terhadap kaderisasi internal yang berbasis kompetensi dan rekam jejak profesional. Dengan latar belakang pengalaman di berbagai level, mulai dari tingkat daerah hingga markas besar, Wahyu dianggap mampu memperkuat koordinasi antarunit dan mendukung visi modernisasi institusi kepolisian.

Pengalaman Wahyu dalam menangani kasus kriminal khusus, termasuk peran penting sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, serta pernah menjabat Wakapolda Metro Jaya dan Wakabareskrim, menjadi fondasi kuat bagi perannya sebagai pendamping Kapolri. Di samping itu, pengalamannya sebagai Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena) hingga menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) menunjukkan kemampuan strategis dalam mengelola sumber daya dan kebijakan institusi secara efisien.

Dalam pandangan analis, kombinasi pengalaman operasional dan manajerial Wahyu memberi warna baru dalam kepemimpinan Polri yang sebelumnya didominasi oleh latar belakang khusus. Kehadirannya di posisi Wakapolri diharapkan mampu memperkuat kinerja operasional, memperbaiki tata kelola anggaran, serta mempercepat transformasi digital dan pelayanan publik. Keterlibatannya dalam berbagai program reformasi, termasuk pengawasan terhadap penyalahgunaan kekuasaan, menjadi indikator komitmen terhadap penegakan hukum yang profesional dan akuntabel.

Pelantikan ini juga menjadi bagian dari rangkaian rotasi jabatan tinggi di lingkungan pemerintahan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menjabat Kepala BNN, kini memimpin Polri dengan tugas besar menghadapi tantangan keamanan dalam konteks dinamika sosial dan kebijakan nasional. Sementara itu, mantan Wakapolri, Jenderal Pol. Dedi Prasetyo, kini menjabat sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), menandai pergeseran peran kader kepolisian ke sektor non-kepolisian yang strategis.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya