Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Wali Kota New York Larang AI di Sekolah, Berlaku 1 Tahun

Wali Kota Zohran Mamdani resmi menerapkan moratorium penggunaan kecerdasan buatan bagi siswa SD hingga SMP di New York selama satu tahun.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 16.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Wali Kota New York Larang AI di Sekolah, Berlaku 1 Tahun
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Wali Kota New York, Zohran Mamdani, secara resmi mengumumkan kebijakan moratorium penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembelajaran siswa. Keputusan ini berlaku mulai tahun ajaran mendatang dan mencakup jenjang pendidikan dasar hingga sekolah menengah pertama, dari tingkat TK hingga kelas delapan. Larangan ini diterapkan sebagai respons terhadap kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang penggunaan AI terhadap keterampilan kognitif dan keaslian akademik siswa.

Kebijakan ini menargetkan sekitar 600 ribu murid, atau sekitar dua pertiga dari total populasi siswa di sekolah negeri kota New York. Pelarangan mencakup penggunaan AI dalam menyelesaikan tugas, membuat esai, dan aktivitas akademik lain yang melibatkan penulisan atau analisis. Tujuan utamanya adalah memberi waktu bagi pihak sekolah, guru, dan pembuat kebijakan untuk mengevaluasi secara menyeluruh manfaat dan risiko teknologi tersebut sebelum diterapkan secara luas.

Dalam keterangan resmi, Mamdani menekankan bahwa moratorium bukan bentuk penolakan terhadap inovasi, melainkan upaya untuk melindungi proses belajar yang autentik dan menjamin keadilan dalam pendidikan. Ia menekankan pentingnya memahami bagaimana AI dapat memengaruhi kreativitas, pemikiran kritis, serta kejujuran akademik siswa seiring perkembangan teknologi.

Dengan masa berlaku selama satu tahun, kebijakan ini memberi ruang bagi pengembangan kerangka regulasi yang lebih matang. Di akhir periode moratorium, pihak sekolah akan menilai kembali kesiapan implementasi AI dalam lingkungan pendidikan, dengan mempertimbangkan masukan dari guru, orang tua, dan ahli pendidikan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya