Wali Kota Prancis Lindungi Siswa Saat Aksi Demo Dikepung Polisi
Wali Kota Saint-Denis, Bally Bagayoko, menunjukkan keberanian melindungi pelajar saat unjuk rasa di Paris, menghadapi polisi dengan tindakan tegas demi mencegah kekerasan.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 8 Oktober 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Wali Kota Saint-Denis, Bally Bagayoko, menjadi sorotan internasional setelah terekam secara viral saat berdiri di depan barisan pelajar yang sedang dikepung petugas kepolisian anti-huru-hara di Paris. Aksi tersebut terjadi pada Selasa, 7 Oktober 2026, saat demonstrasi pelajar dari kawasan pinggiran kota yang dihuni komunitas kelas pekerja memasuki hari kedua belas. Dalam rekaman yang tersebar luas, Bagayoko berdiri tegak di tengah kerumunan, menghadap langsung ke arah polisi yang bersenjata tameng, sambil berteriak meminta agar tindakan kekerasan dihentikan.
Ia menekankan bahwa sebagian besar peserta aksi merupakan remaja yang tidak melakukan tindakan provokatif. Dalam pernyataannya setelah insiden, Bagayoko menegaskan komitmennya terhadap perlindungan hak anak muda dan kebebasan berpendapat, khususnya bagi kelompok yang sering kali terpinggirkan dalam sistem sosial. Ia menilai bahwa reaksi berlebihan dari aparat keamanan justru memperparah ketegangan dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Ketegangan memuncak saat polisi melepaskan gas air mata ke arah massa, termasuk ke arah sang wali kota, yang tetap bertahan di depan barisan siswa. Aksi tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan yang dianggap tidak proporsional, sekaligus menyoroti ketidakadilan struktural yang telah lama menghantui wilayah-wilayah pinggiran kota besar di Prancis. Gerakan protes yang bermula dari keluhan terhadap kualitas pendidikan dan akses layanan publik kini telah menyebar ke berbagai kota, menunjukkan gelombang kemarahan yang mendalam di kalangan generasi muda.
Pemerintah kota Saint-Denis menegaskan bahwa perjuangan para pelajar merupakan bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang lebih adil dan inklusif. Bagayoko menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk mengintervensi, tetapi untuk menegaskan bahwa setiap anak berhak tampil dalam ruang publik tanpa takut akan kekerasan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang berani dan berempati dapat menjadi pelindung bagi yang rentan dalam masa krisis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

KPK Periksa Pejabat Terkait Proyek Jalan di Sumut
KPK memeriksa tujuh saksi dari Pemkot Padangsidimpuan dan Pemkab Tapanuli Selatan terkait dugaan korupsi proyek jalan nasional di wilayah Sumatera Utara.
8 Oktober 2026

Tiga Tersangka Baru Ditetapkan dalam Kasus Kecelakaan KM Virgo Transport 8
Polri menetapkan tiga tersangka baru terkait kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa yang menyebabkan korban jiwa, menjadikan total tersangka mencapai empat orang yang kini ditahan.
8 Oktober 2026

Sara Wijayanto Pastikan Tak Akan Rujuk dengan Demian Aditya
Pengacara Sara Wijayanto menegaskan tidak ada peluang reunifikasi pasangan yang telah menikah sejak 2014, setelah sidang gugatan cerai digelar di PA Jakarta Selatan.
8 Oktober 2026

Gugatan Wanprestasi Sarwendah Bukan soal Harta Gana-Gini
Gugatan wanprestasi Sarwendah terhadap Ruben Onsu ditujukan untuk menuntut pelaksanaan kesepakatan hukum dalam Akta Notaris 39, bukan karena sengketa harta gana-gini.
8 Oktober 2026
Berita Lainnya

Bechi Kembali Dipenjara, Ditempatkan di Sel Khusus
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.22 WITA

Bupati Klaten: Karakter Anak Tak Bisa Digantikan AI
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

Hery Susanto Bantah Terima Uang dalam Kasus Tambang Nikel
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

BEI Perketat Syarat IPO untuk Jaga Kualitas Emite
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.21 WITA

MAMI Perkuat Kredibilitas dengan 6 Penghargaan Internasional
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Pengendara Motor Diminta Patuhi Jalur Aman di Kolong Flyover Pesing
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Industri Harus Jadi Pendorong Ekonomi dan Pencipta Kerja
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

Makan Bersama Keluarga Dorong Kecerdasan Anak Secara Holistik
Kamis, 8 Oktober 2026, 23.20 WITA

