Wamen Perminyakan Irak Ditangkap, Harta Rp177 M Disita
Otoritas Irak menyita aset senilai Rp177 miliar, 35 properti, dan enam kendaraan mewah dari mantan direktur kantor wakil menteri perminyakan yang diduga terlibat korupsi.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 23.27 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Pihak berwenang Irak berhasil mengamankan uang tunai senilai sekitar US$10 juta (setara Rp177 miliar), beserta 35 properti dan enam kendaraan mewah, sebagai bagian dari operasi penegakan hukum terhadap korupsi di sektor energi. Aset tersebut disita dari Alaa Mohsen Khalaf, mantan direktur kantor Adnan al-Jumaili, yang pernah menjabat sebagai wakil menteri perminyakan untuk urusan penyulingan. Penyitaan ini dilakukan oleh Dewan Kehakiman Tertinggi Irak sebagai bagian dari penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran negara.
Hakim investigasi dari Pengadilan Kriminal Pusat Baghdad, yang menangani kasus pemberantasan korupsi, mengungkapkan bahwa sekitar US$5,3 juta (Rp93,81 miliar) disita dalam bentuk mata uang Irak, sementara sisanya, senilai US$5,5 juta (Rp97,35 miliar), berupa dolar AS. Seluruh aset tersebut merupakan bagian dari hasil penyelidikan yang terus berkembang, menunjukkan skala besar pelanggaran yang melibatkan pejabat tinggi di sektor perminyakan. Proses penyitaan telah dilakukan secara resmi dan berlaku hukum.
Adnan al-Jumaili, sang mantan wakil menteri, kini telah ditahan atas tuduhan penyalahgunaan dana publik dan pemberian kontrak ilegal. Ia sebelumnya dipecat pada bulan Juni karena pelanggaran tersebut. Pihak kejaksaan kini tengah memeriksa kesaksian yang diberikannya sebagai bagian penting dari proses penyidikan. Penyitaan aset ini merupakan bagian dari kampanye nasional pemberantasan korupsi yang diluncurkan pemerintah Irak pada 28 Juni, bekerja sama erat dengan Dewan Kehakiman Tertinggi.
Sejak peluncuran kampanye, puluhan tokoh dari berbagai lapisan—termasuk pejabat, mantan anggota parlemen, pengusaha, dan aktor kunci di sektor perminyakan—telah ditahan. Operasi penyelidikan terus berlanjut di Baghdad dan sejumlah provinsi lain, dengan fokus pada pengungkapan jaringan korupsi dan pemulihan dana negara yang telah hilang. Tujuan utama adalah menegakkan akuntabilitas dan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Empat Lukisan Renoir Raib dari Museum di Prancis
Empat karya seni Renoir hilang dari museum di Cagnes-sur-Mer, dua di antaranya telah ditemukan kembali dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
9 September 2026

Warga Saudi Jadi Korban Penusukan di Mayfair, Polisi Tangkap Pelaku
Seorang warga asing asal Arab Saudi mengalami penusukan di Mayfair, London, dalam insiden percobaan perampokan yang tidak mengancam jiwa.
9 September 2026

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Dua pengendara mobil listrik terlibat baku hantam di SPKLU Samanea, Tangerang, setelah salah satu pihak menolak prosedur antrean digital dan mengklaim telah datang lebih dahulu.
8 September 2026

OJK Perkuat Pengawasan Asuransi Ilegal, Dorong Ekosistem Keuangan Syariah
OJK menegaskan penegakan hukum di sektor asuransi ilegal dan percepatan transformasi keuangan syariah melalui pemisahan unit, ekosistem daerah, serta program edukasi nasional hingga Agustus 2026.
8 September 2026
Berita Lainnya

Abu Vulkanik Anak Krakatau Picu Iritasi Kulit, Ini Penjelasannya
Rabu, 9 September 2026, 07.45 WITA

Dua Masker Lebih Efektif? Ini Penjelasan Dokter Paru
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Perlindungan Anabul Saat Hujan Abu Vulkanik
Rabu, 9 September 2026, 07.44 WITA

Lima Langkah Tangani Paparan Abu Vulkanik Secara Aman
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

Paparan Abu Vulkanik dan Risiko Silikosis, Ini Penjelasan Ahli
Rabu, 9 September 2026, 07.43 WITA

PAG Disejajarkan Singapura sebagai Pusat LNG Asia
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Bandara Soekarno-Hatta dan Lokasi Lain Segera Beroperasi Kembali
Rabu, 9 September 2026, 07.37 WITA

Indonesia Pionir B50, Eropa dan Jepang Pelajari Skema Suksesnya
Rabu, 9 September 2026, 07.36 WITA


