Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Jakarta Diminta Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau

BPBD DKI Jakarta imbau warga waspada abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dengan langkah-langkah pencegahan efektif.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.36 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga Jakarta Diminta Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Gunung Anak Krakatau yang mengalami erupsi sejak malam Jumat (4/9) telah mengirimkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah Jakarta, terdeteksi turun pada Minggu (6/9). Debu halus tersebut kini menutupi permukaan kendaraan, rumah, dan menurunkan kualitas udara di ibu kota. Meski menimbulkan kekhawatiran, otoritas setempat menegaskan masyarakat tidak perlu panik, asalkan mengikuti pedoman penanganan yang telah disiapkan.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Masker N95 dianggap paling efektif, namun ketersediaannya terbatas dan lebih direkomendasikan untuk tenaga medis atau petugas darurat. Masyarakat umum disarankan menggunakan masker bedah atau jenis lain yang lebih mudah didapat dan nyaman dipakai, terutama bagi kelompok rentan seperti anak, ibu hamil, lansia, dan penderita gangguan pernapasan atau jantung.

Upaya lain mencakup menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk mencegah abu masuk. Sistem pendingin ruangan yang menghisap udara dari luar harus dimatikan saat kondisi udara tercemar. Aktivitas di luar ruangan juga perlu dikurangi, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Pembersihan area yang terdampak harus dilakukan dengan cara basah, bukan disapu kering, agar partikel abu tidak kembali terbang dan terhirup. Selain itu, wadah air dan makanan harus ditutup rapat untuk mencegah kontaminasi. Jika muncul gejala seperti sesak napas, batuk berkepanjangan, nyeri dada, atau iritasi mata, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Untuk laporan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga melalui nomor 112. BPBD juga mengingatkan pentingnya mengecek informasi melalui sumber resmi seperti PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, dan Pemprov DKI Jakarta. Penyebaran berita yang belum diverifikasi diharapkan dihindari demi mencegah kepanikan yang tidak perlu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya