Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Warga Terdampak Abu Vulkanik Diminta Jaga Kesehatan dengan Proaktif

Menteri Kesehatan imbau masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Anak Krakatau kurangi aktivitas di luar rumah dan waspadai risiko terhadap pernapasan, mata, dan kulit.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.49 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Warga Terdampak Abu Vulkanik Diminta Jaga Kesehatan dengan Proaktif
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau diminta membatasi kegiatan di luar rumah guna menghindari paparan partikel berbahaya. Wilayah terdampak meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, hingga Bengkulu, dengan potensi gangguan kesehatan yang meningkat akibat debu vulkanik yang mengambang di udara. Menteri Kesehatan menekankan pentingnya pencegahan dini demi menjaga kesehatan masyarakat secara luas.

Kementerian Kesehatan menyebut tiga area tubuh yang rentan terganggu oleh abu vulkanik: pernapasan, mata, dan kulit. Partikel halus dalam abu dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan, gatal, dan luka ringan pada kulit. Untuk itu, masyarakat yang harus keluar rumah diminta menggunakan masker, kacamata pelindung, dan segera membersihkan tubuh dengan air jika terpapar. Mereka juga dianjurkan tidak mengucek mata atau kulit yang teriritasi untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan kronis, tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan. Jika muncul gejala seperti sesak napas, mata berair, atau kulit gatal, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat. Fasilitas kesehatan telah dipersiapkan dengan alat nebulizer, oksigen konsentrator, obat tetes mata, dan salep kulit sebagai respons darurat. Kemenkes juga telah menyiagakan seluruh pusat operasi kedaruratan kesehatan untuk pemantauan real-time.

Komunikasi rutin dilakukan melalui rapat virtual antara pusat dan dinas kesehatan daerah untuk memastikan penanganan seragam dan respons cepat. Imbauan utama tetap ditegaskan: jangan panik, tetap tinggal di rumah jika tidak perlu keluar, dan jaga kesehatan secara proaktif. Langkah ini menjadi kunci menjaga stabilitas kesehatan masyarakat di tengah kondisi darurat lingkungan akibat aktivitas vulkanik.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya