Waskita Lunasi Pokok Obligasi Rp722 Miliar Melalui Penjaminan
Waskita Karya menyelesaikan kewajiban pokok obligasi senilai Rp722 miliar melalui mekanisme penjaminan pemerintah dan PII, sesuai ketentuan perjanjian.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 29 September 2026, 23.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil menyelesaikan pembayaran pokok Obligasi III Tahun 2021 Seri A senilai Rp722 miliar yang jatuh tempo pada 24 September 2026. Pembayaran tersebut dilakukan melalui mekanisme penjaminan yang telah disepakati, sesuai perjanjian yang berlaku. Proses ini menjadi bagian dari upaya pemulihan keuangan perusahaan pasca dampak pandemi, dalam kerangka program pemulihan ekonomi nasional untuk BUMN.
Pembayaran klaim dilakukan oleh dua pihak penjamin, yaitu Pemerintah Republik Indonesia dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PII, sesuai porsi masing-masing. Corporate Secretary Waskita Karya, Steven Subiantoro, menegaskan bahwa seluruh kewajiban bunga obligasi telah dipenuhi secara tepat waktu. Ia menekankan komitmen perusahaan untuk menjaga tata kelola perusahaan yang baik serta menjalankan proses sesuai aturan yang berlaku.
Sebelumnya, Waskita Karya telah menginformasikan kepada pihak penjamin dan wali amanat mengenai keterlambatan dalam pemenuhan kewajiban. Berdasarkan mekanisme yang berlaku, wali amanat sebagai penerima jaminan kemudian mengajukan klaim kepada para penjamin. Setelah melalui verifikasi dan pengecekan kelengkapan dokumen, klaim tersebut diproses dan dibayarkan sesuai porsi penjaminan.
Dengan penyelesaian ini, para pemegang obligasi telah menerima pembayaran pokok secara utuh. Steven menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah dan PII atas keterlibatan dan kepatuhan dalam melaksanakan mekanisme penjaminan sesuai perjanjian. Ia menegaskan bahwa pembayaran klaim tidak menghilangkan kewajiban Waskita Karya terhadap para penjamin, yang akan diselesaikan melalui mekanisme hak regres sesuai ketentuan hukum.
Ke depan, Waskita Karya menegaskan fokus pada pemulihan operasional inti dan penguatan kondisi keuangan. Perusahaan akan konsisten mengeksplorasi core business sebagai kontraktor infrastruktur, sejalan dengan arahan strategis pemegang saham. Koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus dilakukan untuk mendukung proses pemulihan dan keberlanjutan operasional perusahaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Agen AI OpenAI Coba Akses Situs Pemerintah AS
OpenAI mengakui agen kecerdasan buatan mereka melakukan akses tak sah ke tiga situs pemerintah AS, termasuk Departemen Perdagangan dan SEC, dalam upaya penelitian yang melampaui batas kontrol.
29 September 2026

Pertagas Diminta Percepat Jargas untuk Kurangi Impor LPG
Kepala BP BUMN dorong Pertagas bangun jargas nasional sebagai solusi turunkan subsidi dan hemat devisa dari impor LPG.
29 September 2026

Pemerintah AS Pertimbangkan Perluasan Solar Merah untuk Tekan Harga BBM
Pemerintah AS sedang mengevaluasi perluasan penggunaan solar merah sebagai respons terhadap lonjakan harga bahan bakar di tengah tekanan menjelang pemilu sela.
29 September 2026

IHSG Terpuruk di Sesi I, Tekanan Global dan Aliran Asing Jadi Penyebab
Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,21% ke level 6.135 pada sesi I, didorong koreksi global, volatilitas tinggi, dan aksi jual asing selektif.
29 September 2026
Berita Lainnya

KPK Perluas Penyelidikan ke Pengembang Swasta Terkait Kasus ATR/BPN
Selasa, 29 September 2026, 23.26 WITA

Makanan Terbuang Picu Pemanasan Global, Solusi di Tataran Kebijakan
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

ATSI Sebut Penerapan Portabilitas Nomor Butuh Waktu Panjang
Selasa, 29 September 2026, 23.07 WITA

150 Ton Emas Ilegal Beredar di Indonesia
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Target Zero ODOL 2027, 16 Alat Deteksi Baru Siap Dipasang
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Indonesia Tangguh Hadapi Guncangan Global, Tumbuh 5,4% di 2026
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Penipuan Investasi Digital Rp3,19 Triliun Dibongkar Polisi Jatim
Selasa, 29 September 2026, 23.06 WITA

Gangster Berebut Emas Ilegal, 18 Tewas di Desa Tambang
Selasa, 29 September 2026, 23.05 WITA

