Waspada Bunga Simpanan Tinggi, Ini Indikator Bank Bermasalah
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap penawaran bunga simpanan yang jauh melampaui tingkat bunga penjaminan LPS karena bisa menjadi tanda bank bermasalah.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 15.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam forum keuangan di Lampung, anggota Dewan Komisioner LPS bidang Penjaminan dan Resolusi Perbankan menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tawaran bunga simpanan yang terlalu menggiurkan. Ia menyampaikan bahwa ketika sebuah bank menawarkan suku bunga deposito jauh di atas standar yang ditetapkan, hal tersebut patut menjadi peringatan bagi nasabah. “Kalau ada yang menawarkan bunga tinggi sekali, hati-hati,” ujar dia, menekankan bahwa tingkat bunga yang terlalu tinggi sering kali menggambarkan kondisi keuangan bank yang tidak stabil.
Menurutnya, meskipun masyarakat awam tidak selalu bisa membaca laporan keuangan secara mendalam, mereka tetap bisa mengamati indikator sederhana seperti tingkat bunga yang ditawarkan. Rasio likuiditas, tingkat kredit bermasalah (NPL), dan kinerja keuangan bank bisa menjadi acuan, namun bagi publik umum, perbandingan bunga dengan standar penjaminan LPS menjadi patokan paling praktis. Saat ini, tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum berada pada angka 3,75%, sementara untuk valuta asing sebesar 2%.
Dody menjelaskan bahwa simpanan dengan bunga lebih tinggi dari tingkat penjaminan tetap diperbolehkan, tetapi tidak termasuk dalam cakupan perlindungan LPS jika terjadi kegagalan bank. Artinya, nasabah yang memilih produk tersebut harus siap menanggung risiko kehilangan dana. Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan secara hukum, melainkan soal kesadaran risiko. “Bukan berarti tidak boleh, tapi tidak dijamin,” tegasnya.
Oleh karena itu, pemerintah dan lembaga pengawas terus mengimbau masyarakat untuk memahami perbedaan antara imbal hasil dan keamanan dana. Semakin tinggi bunga yang ditawarkan, semakin penting untuk mengevaluasi kredibilitas dan kondisi keuangan institusi keuangan yang menawarkan produk tersebut. Prinsip kehati-hatian, menurutnya, tetap menjadi fondasi utama dalam pengelolaan keuangan pribadi agar dana tetap aman sekaligus memberi manfaat optimal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


