Waspada Tawaran Bunga Deposito Melampaui Batas Penjaminan
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap bank yang menawarkan bunga simpanan di atas 3,75 persen karena tidak termasuk dalam cakupan penjaminan LPS.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 19.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengingatkan publik untuk mewaspadai bank yang menawarkan tingkat bunga simpanan yang jauh melampaui standar resmi. Salah satu tanda peringatan utama adalah ketika bunga deposito yang ditawarkan melebihi tingkat bunga penjaminan (TBP) yang ditetapkan, yaitu 3,75 persen untuk simpanan rupiah dan 2 persen untuk valuta asing. Ketentuan ini menjadi acuan penting dalam menilai kelayakan dan keamanan dana yang disimpan.
Doddy Zulverdi, anggota Dewan Komisioner LPS bidang Penjaminan dan Resolusi Perbankan, menekankan bahwa meskipun masyarakat bebas memilih produk dengan imbal hasil tinggi, dana yang disimpan di atas batas TBP tidak akan dijamin jika bank mengalami kegagalan. “Kalau adik-adik masuk bank dan ditawarkan bunga tinggi banget, hati-hati,” ujarnya dalam forum Lampung Financial Festival 2026, menyerukan kewaspadaan terhadap iming-iming keuntungan besar.
Ia menjelaskan bahwa meski laporan keuangan dan rasio keuangan seperti likuiditas serta rasio kredit bermasalah (NPL) bisa menjadi acuan objektif, bagi masyarakat umum indikator bunga simpanan tetap menjadi petunjuk praktis. “Kalau baca neraca bank akan lebih mudah sebenarnya. Kalau pinter akan kelihatan rasio keuangannya,” tambahnya, menekankan pentingnya keterbacaan data keuangan sebagai alat analisis risiko.
LPS menegaskan bahwa penjaminan hanya berlaku bagi simpanan yang sesuai dengan batas bunga yang ditetapkan. Oleh karena itu, pemilih produk simpanan harus mempertimbangkan secara matang antara imbal hasil dan tingkat risiko. Keputusan yang bijak bukan hanya berdasarkan tingkat bunga, tetapi juga kondisi kesehatan bank secara keseluruhan. Prinsip kehati-hatian, kata Doddy, menjadi kunci agar dana tetap aman sekaligus memberi manfaat optimal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


