Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

WhatsApp Uji Fitur Peringatan Penipuan di Perangkat

WhatsApp sedang menguji fitur Scam Alert yang memberi peringatan otomatis terhadap pesan mencurigakan secara lokal di perangkat pengguna.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 3 September 2026, 08.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
WhatsApp Uji Fitur Peringatan Penipuan di Perangkat
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - WhatsApp kini tengah menguji fitur baru bernama Scam Alert dalam versi Beta untuk memperkuat perlindungan pengguna dari ancaman penipuan digital. Fitur ini dirancang sebagai respons terhadap tren penipuan yang semakin canggih, termasuk penyamaran identitas, rekayasa sosial, dan penggunaan konten buatan kecerdasan buatan. Dengan pendekatan berbasis machine learning, sistem mampu mendeteksi pola pesan yang mencurigakan tanpa mengungkapkan isi pesan ke server.

Fitur ini bersifat opsional dan tidak aktif secara otomatis. Pengguna harus secara sadar mengaktifkannya melalui pengaturan aplikasi. Setelah diaktifkan, model deteksi akan diunduh langsung ke perangkat pengguna dan berjalan secara lokal. Sistem ini menganalisis pesan masuk dari nomor yang tidak tersimpan di kontak dengan mempertimbangkan struktur percakapan, pola bahasa, dan sinyal linguistik yang telah dikenali dari laporan sebelumnya. Jika terdeteksi sebagai potensi penipuan, pengguna akan melihat peringatan secara privat di dalam chat.

Peringatan hanya muncul bagi penerima dan tidak terlihat oleh pengirim. Pengguna kemudian dapat memilih untuk memblokir pengirim, melaporkan pesan, atau melanjutkan percakapan. Jika sistem keliru memberi peringatan, pengguna dapat menandai percakapan sebagai tepercaya, sehingga peringatan akan dihapus. Selain itu, pengguna juga bisa memilih untuk membagikan lima pesan terakhir ke WhatsApp untuk membantu meningkatkan akurasi model secara bertahap.

Keamanan dan privasi tetap menjadi prioritas utama. Semua proses deteksi dilakukan sepenuhnya di perangkat pengguna tanpa mengirimkan pesan ke server. Tidak ada data pesan atau informasi deteksi yang dikirim secara otomatis ke Meta atau pihak ketiga. Hanya jika pengguna secara eksplisit memilih untuk melaporkan, informasi tersebut akan dikirim. Fitur ini juga berjalan selaras dengan enkripsi end-to-end WhatsApp tanpa kompromi terhadap keamanan komunikasi.

Meta menegaskan bahwa pengembangan model machine learning di perangkat memungkinkan deteksi cepat tanpa menurunkan performa, baterai, atau membebani kapasitas penyimpanan. Sebelum peluncuran massal, fitur ini akan terus diuji bersama komunitas Bug Bounty dan para peneliti keamanan untuk memastikan kinerja dan keandalan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya