Xi Jinping Siapkan Tur Global Pasca Kunjungan ke Korut
Presiden China Xi Jinping memulai serangkaian kunjungan internasional setelah tujuh tahun vakum, menyusul pertemuan puncak SCO dan menjelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 11.32 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 11x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden China Xi Jinping resmi memulai tur diplomatik global setelah absen selama tujuh tahun dari perjalanan ke luar negeri. Kunjungan ini dimulai dari Kirgistan untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), lalu dijadwalkan menyusul kunjungan kenegaraan ke Mesir—pertama kalinya dalam satu dekade—dan kemungkinan besar ke India dalam pertemuan puncak BRICS di New Delhi. Langkah ini menandai pergeseran strategis dalam diplomasi Beijing, yang kini lebih aktif menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik dan kompleksitas hubungan global.
Kehadiran Xi di berbagai forum internasional menjadi indikator penting atas prioritas politik Beijing di tengah dinamika ekonomi dan keamanan global. Sebelumnya, kunjungan ke Korea Utara pada bulan Juni 2026 menjadi satu-satunya perjalanan luar negeri yang dilakukan dalam setahun terakhir. Sebaliknya, lebih dari 20 pemimpin negara, termasuk Presiden AS Donald Trump, telah berkunjung ke Beijing sejak awal tahun, menunjukkan kecenderungan China menjadi pusat diplomasi global yang lebih proaktif.
Dalam konteks ini, analis dari CSIS menilai bahwa pergerakan Xi mencerminkan upaya Beijing untuk memperkuat peran sebagai penyedia barang publik global, terutama dalam isu keamanan rantai pasok, distribusi energi melalui Selat Hormuz, serta stabilitas siber. Di sisi lain, ketegangan perdagangan dengan AS, ancaman keamanan dari perkembangan kecerdasan buatan, dan keterlibatan aktif dalam forum seperti SCO dan BRICS menambah kompleksitas lanskap diplomasi global.
Pertemuan dengan Presiden Trump yang dijadwalkan pada 24 September diperkirakan akan membahas isu teknologi, khususnya pembatasan penggunaan kecerdasan buatan canggih serta kerja sama riset kanker. Direktur Studi Politik Internasional dari Akademi Sosial Ilmu Tiongkok, Hai Zhao, menekankan bahwa jika teknologi canggih jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab, dampaknya akan merugikan seluruh sistem ekonomi global. Di India, normalisasi hubungan dengan Tiongkok terus berlanjut melalui pemulihan penerbangan langsung dan pelonggaran aturan investasi, meski persoalan perbatasan dan persaingan teknologi masih menjadi tantangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Prancis Catat Kematian Pertama Akibat Virus Shamonda pada Manusia
Prancis melaporkan kematian pertama manusia akibat infeksi virus Shamonda, yang menyerang pasien dengan imunodefisiensi berat, menjadi kasus global pertama tanpa risiko kesehatan umum saat ini.
25 Oktober 2026

Widodo AS: Pahlawan Transisi Demokrasi yang Tak Terlupakan
Mantan Panglima TNI Widodo Adi Sutjipto meninggal dunia pada usia 82 tahun, meninggalkan warisan penting dalam proses reformasi lembaga negara pasca-Orde Baru.
25 Oktober 2026

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Obama: Pemilu Sela adalah Batas Terakhir Menghentikan Kebodohan Politik
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.04 WITA

Serangan di Gereja Karak Tewaskan Sembilan Orang, Raja Yordania Tegaskan Tindakan Tegas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

Obama Sindir Renovasi Gedung Putih, Sebut Mirip Restoran Mewah
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

12 Orang Terluka dalam Penembakan Dekat Stadion FAMU
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

Singapura Jamin Stabilitas Energi Meski RI Kurangi Ekspor Gas
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.03 WITA

Bantuan Presiden Rp1,24 Triliun Disalurkan untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.02 WITA

Bima Ayman Modjo Luncurkan Single Perdana "Rindu yang Lirih
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.02 WITA

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.01 WITA

