XLSmart Jelaskan Fleksibilitas Skema Kuota Pasca-Masa Aktif
XLSmart menegaskan keberadaan paket internet tanpa rollover tetap diperbolehkan, dengan berbagai mekanisme perlindungan sisa kuota yang telah disiapkan.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 22.29 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 15x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - XLSmart secara resmi menyampaikan posisi terkait isu penghapusan sisa kuota internet setelah masa aktif berakhir. Perusahaan menegaskan bahwa tidak semua paket harus menerapkan skema rollover, sebagaimana diatur dalam putusan Mahkamah Konstitusi dan Surat Edaran Kementerian Komunikasi dan Digital. Menurut Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, konsumen tetap dilindungi, baik dalam paket dengan maupun tanpa rollover, dengan berbagai opsi perlindungan yang disesuaikan dengan kebijakan yang berlaku.
Dalam kesempatan media gathering di Surabaya, Merza menjelaskan bahwa perlindungan terhadap sisa kuota tidak harus selalu berupa pemindahan ke periode berikutnya. Salah satu alternatif yang bisa diberikan adalah perpanjangan masa aktif secara berkala, misalnya menambahkan satu minggu jika masih tersisa sekitar 20 persen kuota. Selain itu, sisa data juga dapat diubah menjadi poin reward atau digunakan sebagai kredit untuk pembelian paket berikutnya.
Perusahaan menyatakan bahwa semua mekanisme tersebut telah tersedia dalam produk yang ditawarkan. Yang kini menjadi fokus utama adalah transparansi dan penyampaian informasi kepada pelanggan secara jelas dan mudah dipahami. "Kami hampir semua sudah ada, tinggal memastikan penyampaian dan penggunaannya sesuai aturan serta dapat dipahami konsumen," ujar Merza.
Surat Edaran Kementerian Komunikasi dan Digital Nomor 4 Tahun 2026, yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026, menjadi dasar hukum bagi operator untuk menjamin perlindungan sisa kuota. Surat edaran ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari putusan MK No. 273/PUU-XXIII/2025 yang berlaku sejak 23 Juli 2026. Namun, menurut Merza, tidak ada keharusan untuk mengubah aturan di tingkat undang-undang atau peraturan menteri, karena aturan yang ada tetap sah dan dapat diterapkan dengan penyesuaian teknis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Ledakan di Lapak Besi Tua, Tim Jibom Sterilisasi TKP
Tim Jibom Brimob Polda Babel melakukan sterilisasi lokasi ledakan di penampungan besi tua di Belitung untuk memastikan tidak ada ancaman susulan dan mengungkap penyebab kejadian.
25 Oktober 2026

Houthi Lancarkan Serangan Berulang ke Kota Suci, Pemimpin Masjidil Haram Kecam Keras
Sheikh Abdulrahman Al-Sudais mengecam keras serangan rudal dan drone Houthi terhadap Makkah dan Madinah, menyatakan pelanggaran terhadap kesucian tempat suci dan norma kemanusiaan internasional.
25 Oktober 2026

NASA Soroti Lonjakan Kebakaran di Papua dan Kalimantan
NASA mencatat kebakaran hutan dan lahan di Papua serta Kalimantan mencapai level tertinggi sepanjang 2026, didorong El Niño dan aktivitas manusia, dengan emisi karbon melampaui rekor sebelumnya.
25 Oktober 2026

Lula dan Bolsonaro Tutup Kampanye di Pantai Rio
Dua tokoh politik utama Brasil, Lula dan Flavio Bolsonaro, menutup kampanye pemilu dengan massa besar di kawasan pantai Rio de Janeiro, menyusul debat terakhir yang memperuncing persaingan.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Lonjakan Pasien RS di Kalteng Akibat Kabut Asap, Kemenkes Percepat Bantuan Medis
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.29 WITA

Klaten Perluas Akses PAUD Dukung Wajar 13 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.28 WITA

Operasi Modifikasi Cuaca Turunkan Polusi Selama Acara Besar
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Presiden Tak Bisa Hentikan Gibran Secara Sepihak, Tegas Anggota DPR Gerindra
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Besar Menteri dengan Kinerja Terbaik
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.27 WITA

PDIP Respons Ajakan PKS Periksa Ijazah Wapres Gibran
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

Kumitra Jambore 2026 Dorong Integrasi UMKM Kalsel ke Pasar Nasional
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.26 WITA

OJK Sultra Perkenalkan INFINITY Dorong Inovasi Keuangan Digital
Minggu, 25 Oktober 2026, 23.25 WITA

