Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Zulhas Dorong Kenaikan Nilai Tukar Nelayan Jadi 120

Pemerintah menargetkan nilai tukar nelayan naik dari 103 menjadi 120 dalam satu tahun ke depan melalui program kampung nelayan berfasilitas cold storage.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 22.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Zulhas Dorong Kenaikan Nilai Tukar Nelayan Jadi 120
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui perbaikan struktur ekonomi dan infrastruktur pendukung. Dalam kesempatan yang digelar di Bandar Lampung, ia menyatakan bahwa target utama dalam waktu dekat adalah menaikkan angka nilai tukar nelayan dari posisi saat ini, 103, menjadi 120 pada tahun depan. Pencapaian ini menjadi indikator penting dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Zulhas menekankan bahwa kesejahteraan nelayan bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga kualitas hidup dan keberlanjutan ekonomi mereka. Ia menilai bahwa saat ini nelayan masih berada dalam kategori rentan ekonomi, tercatat masuk dalam desil satu, yang menunjukkan tingkat ketergantungan tinggi terhadap harga pasar dan minimnya akses terhadap fasilitas pendukung. Hal ini membuat mereka sulit mempertahankan nilai hasil tangkapan.

Salah satu penyebab utama rendahnya nilai tukar adalah ketiadaan infrastruktur penyimpanan. Nelayan sering kali terpaksa menjual hasil tangkapan dalam waktu dekat setelah melaut karena tidak memiliki tempat untuk menyimpan ikan, sehingga terjebak dalam dinamika harga yang tidak menguntungkan. “Kalau dapat ikan harusnya dibeli dengan dua juta, tapi ditawar lima ratus ribu, harus dijual kalau nggak,” ujar Zulhas, menggambarkan realitas yang sering dialami nelayan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah akan membangun kampung nelayan yang dilengkapi dengan cold storage dan fasilitas pendukung lainnya. Program ini dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan daya tawar nelayan dan menstabilkan pendapatan mereka. Dengan akses ke penyimpanan dingin, nelayan dapat menunda penjualan hingga harga pasar lebih menguntungkan, sehingga mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan pengepul.

Tujuan akhir dari langkah ini adalah menciptakan ekosistem pangan yang berdaulat, di mana hasil laut, seperti ikan, menjadi bagian integral dari ketahanan pangan nasional. Menurut Zulhas, kedaulatan pangan bukan sekadar soal stok pangan, tetapi juga kehormatan bangsa yang harus dijaga melalui kesejahteraan produsen utama, termasuk nelayan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya