14.165 Pelanggaran Izin Tinggal dan Ketenagakerjaan di Arab Saudi dalam Sepekan
Operasi pemeriksaan di Arab Saudi mencatat 14.165 kasus pelanggaran izin tinggal, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan dalam tujuh hari.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 07.48 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam kurun waktu 27 Agustus hingga 2 September, otoritas keamanan dalam negeri Arab Saudi mengidentifikasi sebanyak 14.165 pelanggaran terhadap peraturan izin tinggal, ketenagakerjaan, dan keamanan perbatasan melalui operasi pemeriksaan lintas wilayah. Data ini merupakan hasil pemantauan intensif yang dilakukan di berbagai daerah di seluruh negeri, menunjukkan tingginya angka ketidakpatuhan terhadap aturan migrasi resmi.
Berdasarkan rincian, 7.121 kasus berkaitan dengan izin tinggal yang tidak sesuai, 3.636 kasus terkait pelanggaran keamanan perbatasan, dan 3.408 kasus menyangkut ketidaksesuaian dalam penggunaan tenaga kerja. Di antara pelanggar, sebanyak 1.315 orang tertangkap saat berusaha masuk secara ilegal, dengan dominasi warga Yaman (41 persen), Ethiopia (58 persen), dan sisanya dari negara lain.
Selain itu, 42 orang ditangkap karena upaya keluar dari Arab Saudi secara ilegal, sementara 21 lainnya ditahan karena terlibat dalam aktivitas penyembunyian, pengangkutan, atau pemanfaatan tenaga kerja pelanggar. Saat ini, 29.773 warga asing—termasuk 27.845 laki-laki dan 1.928 perempuan—sedang menjalani proses hukum akibat pelanggaran tersebut. Sebanyak 18.937 orang lainnya ditahan untuk verifikasi dokumen perjalanan, sementara 3.240 orang diminta menyelesaikan administrasi perjalanan, dan 12.363 orang telah dikembalikan ke negara asal.
Kementerian Dalam Negeri menegaskan bahwa setiap tindakan yang mendukung masuk atau mengangkut orang secara ilegal ke Arab Saudi diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara serta denda hingga 1 juta riyal (setara Rp4,7 miliar). Kendaraan dan aset yang digunakan untuk kegiatan ilegal juga dapat disita. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan pelanggaran melalui nomor darurat 911 di wilayah Mekkah, Riyadh, dan Provinsi Timur, atau 999 dan 996 di wilayah lainnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


