Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

18 Anak di Sulteng Dampingi Akibat Paparan Radikal Lewat Roblox

DP3A Sulteng melakukan pendampingan psikologis dan hukum terhadap 18 anak dari tujuh kabupaten/kota yang terpapar paham radikal melalui game Roblox.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Sabtu, 5 September 2026, 07.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
18 Anak di Sulteng Dampingi Akibat Paparan Radikal Lewat Roblox
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tenggara kini menjalankan program pendampingan intensif terhadap 18 anak yang teridentifikasi terpapar paham radikal akibat aktivitas bermain game online Roblox. Pendekatan dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek kesehatan mental dan perlindungan hukum, guna mencegah penyebaran ideologi ekstrem yang berpotensi merusak perkembangan anak.

Kegiatan pendampingan dilakukan secara kolaboratif di tujuh kabupaten dan kota di wilayah Sulteng, dengan melibatkan tenaga profesional seperti psikolog dan konselor anak. Proses ini dirancang untuk mengidentifikasi tingkat paparan, memulihkan keseimbangan psikologis, serta memberikan edukasi nilai-nilai kebangsaan dan toleransi.

Kepala DP3A Sulteng menegaskan bahwa tindakan ini merupakan respons strategis terhadap dinamika digital yang kini memengaruhi anak-anak di era digital. Ia menekankan pentingnya intervensi dini agar anak tidak terjerumus lebih dalam pada konten berpotensi radikal yang tersedia secara bebas di platform game online.

Tujuan utama dari program ini adalah memastikan anak-anak kembali berada dalam lingkungan yang aman, sehat, dan berbasis nilai-nilai positif. Dengan pendekatan yang holistik, pihak dinas berharap mampu memutus rantai penyebaran paham radikal di kalangan anak usia sekolah, sekaligus memberikan perlindungan maksimal sesuai amanat Undang-Undang Perlindungan Anak.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya