19 Negara G20 Sepakat Tangkal Produk Murah China
Sebanyak 19 negara anggota G20 menyatakan kesepakatan bersama untuk menanggulangi dampak ekonomi dari ekspor murah yang berasal dari China, dengan AS memimpin inisiatif ini.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 15.44 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Kendari, ıNarasikita - Dalam pertemuan dua hari para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di North Carolina, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa 19 dari 20 negara anggota telah menyetujui langkah kooperatif untuk menangani aliran produk murah yang dianggap merusak keseimbangan perdagangan global. Hanya China yang tidak menyertai kesepakatan tersebut, menunjukkan ketegangan yang kian memburuk dalam isu perdagangan internasional.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa lonjakan ekspor dari negara dengan sistem ekonomi non-pasar telah menciptakan tekanan besar terhadap sektor manufaktur di berbagai wilayah. Ia menyoroti China sebagai negara dengan surplus transaksi berjalan terbesar dan paling tidak berkelanjutan di dunia, yang secara langsung memicu ketegangan ekonomi global. Menurut Bessent, kebijakan tarif impor yang diterapkan AS sebelumnya telah menggeser aliran barang China ke pasar lain, yang kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi nasional negara-negara mitra.
Bessent menyampaikan bahwa peringatan terhadap dampak ekspor murah telah disampaikan sejak awal era kedua Trump, dengan prediksi bahwa barang China akan mencari pasar alternatif. “Kini, realitas telah membuktikan dugaan itu. Dunia harus bertindak serius untuk melindungi pekerjaan dan basis produksi dalam negeri,” ujarnya dalam pernyataan resmi setelah pertemuan berakhir. Pernyataan ini menandai upaya terkoordinasi yang semakin kuat di antara negara-negara maju untuk mencegah distorsi pasar akibat kebijakan perdagangan yang tidak seimbang.
Langkah yang diusulkan mencakup penerapan mekanisme tarif protektif dan pemantauan lebih ketat terhadap aliran barang impor dari negara dengan praktik perdagangan yang dianggap tidak adil. Inisiatif ini disebut sebagai bentuk “benteng tarif” yang meniru pendekatan pemerintahan Trump, namun kini diterapkan secara kolektif oleh mayoritas anggota G20. Tujuannya adalah menjamin keberlanjutan ekonomi global dan menekan praktik ekspor yang merugikan negara lain.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Chery AiMoga Ekspor 2.000 Robot ke Lebih dari 60 Negara
Perusahaan robotika AiMoga, kolaborator strategis Chery, telah mengirim lebih dari 2.000 unit robot ke lebih dari 60 negara secara kumulatif, dengan fokus ekspansi di Asia Tenggara, Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.
8 September 2026

Dampak Ekonomi Gangguan Penerbangan Akibat Abu Vulkanik Bisa Capai Rp100 Miliar
Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp100 miliar jika berlangsung lebih dari lima hari tanpa respons cepat dari semua pihak terkait.
8 September 2026

Implementasi E20 Tahun 2028, Pemerintah Percepat Investasi Pabrik Etanol
Pemerintah menargetkan pencampuran etanol 20% dalam bensin (E20) mulai berlaku di seluruh Indonesia pada 2028, didukung percepatan pembangunan pabrik dan kebijakan tanpa cukai untuk bioetanol.
8 September 2026

Anggaran Cost Recovery Naik, Produksi Migas Turun: Mekeng Minta Transparansi
Ketua Komisi XII DPR mempertanyakan kenaikan cost recovery yang tak sejalan dengan penurunan produksi migas nasional, menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas atas penggunaan uang negara.
8 September 2026
Berita Lainnya

Wiper Tak Boleh Dinyalakan Saat Kaca Tertutup Abu Vulkanik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Perselisihan Antrean SPKLU Berujung Kekerasan Fisik
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Xiaomi Perkenalkan SUV Skynomad dengan Teknologi EREV di China
Selasa, 8 September 2026, 22.43 WITA

Startup AS Siap Kirim Wahana ke Alpha Centauri dengan Modal Rp265 Miliar
Selasa, 8 September 2026, 22.37 WITA

Purbaya Perkenalkan Skema Pinjaman Infrastruktur Berbasis DBH
Selasa, 8 September 2026, 22.36 WITA

Cukai Bioetanol Dihapus, Ekspektasi Bensin Hijau Capai E20 2028
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Potensi Ekonomi Syariah Capai Rp 343 Triliun
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA

Pemerintah Percepat Penyaluran B50, Targetkan 16,8 Juta KL di 2026
Selasa, 8 September 2026, 22.35 WITA


