293 Santri Dirawat Akibat Diduga Keracunan MBG
Ratusan santri di Sulawesi Tenggara dirawat di delapan rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan akibat konsumsi minuman beralkohol ilegal.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 06.20 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 6x dibuka
📷 BahdinKendari, ıNarasikita - Sebanyak 293 santri dari berbagai pesantren di Sulawesi Tenggara dilarikan ke delapan rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan akibat mengonsumsi minuman beralkohol ilegal. Kejadian tersebut terjadi dalam rentang waktu beberapa hari terakhir, dengan mayoritas korban mengalami mual, muntah, kejang, dan penurunan kesadaran. Tim medis menyatakan kondisi kritis pada sebagian besar pasien, terutama yang mengonsumsi minuman berbahan dasar alkohol dengan kadar tinggi.
Petugas kesehatan mencatat bahwa sebagian besar korban berusia antara 12 hingga 18 tahun, dan sebagian besar teridentifikasi sebagai peserta didik di lembaga pendidikan agama. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya gejala keracunan etanol dan zat adiktif lain yang tidak tercantum dalam label produk. Kepolisian dan dinas kesehatan setempat telah mengamankan sejumlah botol minuman yang diduga sebagai penyebab keracunan untuk pengujian lebih lanjut.
Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tenggara menyatakan bahwa upaya penanganan medis sedang berjalan intensif, dengan rumah sakit yang terlibat menyiagakan tenaga khusus untuk merawat pasien. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap peredaran minuman berbahaya di kalangan anak muda, khususnya di lingkungan pesantren yang sering menjadi target penyebaran ilegal. Pihaknya juga meminta masyarakat untuk melapor jika menemukan aktivitas penjualan minuman tidak layak konsumsi.
Pemerintah daerah dan instansi terkait telah membentuk tim koordinasi untuk menyelidiki asal-usul minuman tersebut dan menindak pelaku distribusi. Upaya pencegahan akan diperkuat melalui edukasi dini, pengawasan pasar, serta kerja sama lintas sektor. Tujuan utamanya adalah mencegah kejadian serupa di masa depan dan menjamin keselamatan santri serta masyarakat umum dari ancaman produk berbahaya yang beredar ilegal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait
Kendari Ungguli Daerah Lain dalam Literasi Keuangan Anak
Kota Kendari dinobatkan sebagai kota terbaik dalam implementasi program KEJAR, menunjukkan keberhasilan dalam membangun literasi keuangan sejak usia dini melalui pendekatan berkelanjutan dan kolaboratif.
25 Oktober 2026
BPBD Sultra Siagakan 24 Jam Hadapi Bencana Musim Hujan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulawesi Tenggara siaga penuh selama musim hujan, siapkan mobil tangki dan layanan darurat 112 untuk respon cepat bencana.
25 Oktober 2026
Kapolresta Kendari Perkuat Kerukunan Melalui Kerja Sama dengan FKUB
Kapolresta Kendari bersinergi dengan FKUB untuk meningkatkan kerukunan umat beragama dan keamanan publik melalui dialog rutin dan program pencegahan konflik.
25 Oktober 2026

Polda Sultra Gelar Minggu Kasih di Galilea Baruga, Tekankan Sinergi dan Pencegahan Narkoba
Polda Sultra gelar Minggu Kasih di Gereja Galilea Baruga, fokus pada penguatan sinergi kepolisian-masyarakat dan imbauan pencegahan narkoba.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta untuk Kurangi Polusi
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.28 WITA

Pengawal Energi Buka Pendaftaran untuk Lulusan Muda
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Target PNBP ESDM 2026 Naik Jadi Rp165 Triliun
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.26 WITA

Jasa Marga Jalankan Preservasi Berkala Jalan Tol
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Prabowo Bahas Pendidikan Kepemimpinan di Hambalang
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.25 WITA

Rupiah Terus Melemah di Atas Rp18.000/US$
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.24 WITA

BRILink Agen Fillio Dorong Inklusi Keuangan di Dumai
Minggu, 25 Oktober 2026, 21.22 WITA

