3.868 ASN Thailand Dipecat Usai Skandal Manipulasi CPNS
Pemerintah Thailand memecat 3.868 pegawai negeri yang terbukti memanipulasi hasil ujian seleksi, akibat jaringan korupsi yang melibatkan suap hingga ratusan juta baht.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 1 September 2026, 23.28 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 5x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah Thailand telah mengeluarkan 3.868 pejabat dari posisinya setelah terbukti melakukan manipulasi hasil ujian seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada akhir tahun lalu. Keputusan pemecatan ini diambil berdasarkan hasil investigasi menyeluruh oleh komite pengawas administrasi lokal di 76 provinsi, yang menemukan adanya praktik suap sistematis dalam proses rekrutmen.
Sebanyak 5.925 kandidat yang mengikuti seleksi tahun lalu tercatat terlibat dalam skandal tersebut, namun hanya 3.868 di antaranya yang telah berhasil direkrut dan ditempatkan di berbagai kantor pemerintah daerah. Pemecatan terhadap mereka dilakukan karena nilai ujian mereka telah dimanipulasi secara ilegal demi memastikan kelulusan dan penempatan di instansi pemerintah.
Menurut pejabat tinggi Departemen Administrasi Lokal, sekitar 140 dari pejabat yang dipecat sebelumnya telah mengundurkan diri secara sukarela. Meskipun demikian, proses hukum tetap akan dilanjutkan terhadap mereka, karena pengunduran diri tidak membebaskan dari tanggung jawab hukum. Pihak berwenang menegaskan bahwa seluruh kasus akan diproses sesuai aturan yang berlaku.
Korupsi dalam rekrutmen ini melibatkan praktik pemberian suap yang berkisar antara 350.000 hingga 800.000 baht per kandidat, tergantung pada posisi yang diincar. Jumlah tersebut setara dengan Rp187 juta hingga Rp427 juta, dengan total uang yang masuk ke jaringan korupsi mencapai miliaran baht. Sebanyak 480.000 orang telah mendaftar untuk ujian tersebut, menunjukkan skala besar dari praktik tersebut.
Pemerintah akan menggantikan pejabat yang dipecat dengan kandidat cadangan pada bulan Oktober mendatang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyelamatkan integritas sistem birokrasi negara, serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi di lingkungan pemerintahan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Tentara AS Didakwa Insider Trading Rp7,2 Miliar
Seorang tentara aktif AS didakwa menggunakan informasi rahasia militer untuk meraih keuntungan hingga Rp7,2 miliar dari pasar prediksi, terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
25 Oktober 2026

Lutfi dan Dino Berbeda Sikap Soal Tekanan Singapura Terkait Pasar Saham dan Karhutla
Perbedaan pandangan muncul antara dua tokoh publik soal respons terhadap tekanan Singapura terkait klasifikasi pasar modal dan kebakaran hutan, dengan Lutfi menyoroti kepentingan ekonomi dan lingkungan, sementara Dino menekankan pentingnya diplomasi dan kerja sama regional.
25 Oktober 2026

Widodo AS Tutup Usia, Pemimpin TNI Pertama dari Angkatan Laut
Mantan Panglima TNI dan Menko Polhukam, Laksamana TNI (Purn) Widodo Adi Sutjipto, meninggal dunia pada Minggu (25/10), meninggalkan jejak sejarah sebagai tokoh militer pertama dari matra Angkatan Laut yang memimpin TNI secara nasional.
25 Oktober 2026

Demonstrasi Prancis Ricuh, Massa Protes Biaya Hidup
Aksi protes nasional di Paris dan Marseille memicu bentrokan dengan polisi akibat ketidakpuasan terhadap kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup yang tinggi.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Anggota BPK Fathan Subchi Wafat di Usia 56 Tahun
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.59 WITA

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Santri Klaten Diharapkan Jadi Pilar Pembangunan Indonesia Emas
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Ribu Warga Albania Demo, Tuntut Mundurnya PM Akibat Krisis Hidup dan Korupsi
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.58 WITA

Prabowo Tegaskan Ketahanan Ekonomi Indonesia Hadapi Tekanan MSCI
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

243 Orang dan 14 Perusahaan Jadi Tersangka Karhutla
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

UMKM Binaan Pertamina Dorong Pemberdayaan Sosial dan Pelestarian Budaya
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

Penangkapan Jaringan Narkoba di Mesuji Ungkap Ratusan Ekstasi dan Senjata Rakitan
Minggu, 25 Oktober 2026, 17.57 WITA

