Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

35 Ribu Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Soetta Akibat Abu Vulkanik

Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta menyebabkan 35 ribu penumpang terdampak akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu penyebaran abu vulkanik.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 6 September 2026, 22.25 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
35 Ribu Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Soetta Akibat Abu Vulkanik
Foto: CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, mengalami penutupan operasional menyusul paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu (6/9). Penutupan ini menyebabkan dampak luas terhadap perjalanan udara, dengan sekitar 35.000 penumpang terdampak. Otoritas bandara menegaskan bahwa penutupan diberlakukan demi menjamin keselamatan penerbangan dan mencegah kerusakan mesin pesawat akibat partikel abu vulkanik.

Sebanyak 301 penerbangan dibatalkan, terdiri dari 233 penerbangan domestik, 58 penerbangan internasional, dan 10 penerbangan kargo. Jumlah ini berpotensi meningkat jika penutupan diperpanjang. Bandara menargetkan kembali membuka operasional pada pukul 21.30 WIB, namun tetap menunggu hasil evaluasi keselamatan dari tim teknis.

Untuk menangani dampak operasional, pihak bandara telah menyiapkan counter check-in di sejumlah terminal guna membantu penumpang yang ingin mengajukan pengembalian dana atau penjadwalan ulang perjalanan. Proses ini dilakukan secara intensif untuk meminimalkan ketidaknyamanan bagi para penumpang. Selain itu, pemantauan fasilitas dari sisi udara terus dilakukan secara rutin.

Langkah pencegahan juga diterapkan, termasuk penutupan turbin pesawat saat berada di landasan untuk mencegah masuknya partikel abu ke dalam mesin. Pernyataan resmi dari pihak manajemen menegaskan bahwa keputusan penutupan bukan dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan pertimbangan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Penumpang diimbau untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi terkini bandara maupun pusat layanan darurat 172 guna mengetahui perkembangan terbaru. Dengan demikian, masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan secara tepat dan menghindari ketidaknyamanan yang tidak perlu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya