Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

40.000 Unit Mini-RAS Siap Ditanam di Desa Perikanan

KKP siap menerapkan 40.000 unit mini-RAS di ratusan desa untuk tingkatkan produksi ikan secara berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 2 September 2026, 17.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
40.000 Unit Mini-RAS Siap Ditanam di Desa Perikanan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyiapkan pengembangan sebanyak 40.000 unit sistem budidaya ikan mini Recirculating Aquaculture System (RAS) di desa-desa perikanan potensial di seluruh Indonesia. Teknologi ini menjadi bagian dari kerja sama strategis dengan Australia dalam bidang perikanan, khususnya peningkatan kapasitas produksi melalui inovasi sistem budidaya yang ramah lingkungan.

Sistem mini-RAS dirancang untuk mengelola dan memanfaatkan air secara efisien dengan proses daur ulang, sehingga memungkinkan kontrol optimal terhadap kondisi lingkungan pemeliharaan ikan. Dengan pendekatan ini, produktivitas budidaya diharapkan meningkat tanpa menambah tekanan terhadap sumber daya air alami. Teknologi ini awalnya akan diterapkan untuk komoditas nila dan lele, namun rencananya akan diperluas ke pangasius, barramundi, kerapu, dan jade perch.

Menteri Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa tujuan utama kerja sama dengan Australia bukan hanya sebatas investasi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, transfer teknologi, peningkatan kapasitas lokal, serta keberlanjutan ekosistem perairan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi yang melibatkan pengetahuan teknis dan praktik berkelanjutan dari kedua negara.

Duta Besar Australia untuk Indonesia menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa pengalaman Australia dalam riset dan industri budidaya ikan dapat menjadi fondasi pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan. Ia menilai kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan pangan dan menjaga kelestarian ekosistem laut dan darat secara bersama-sama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya